Jumat, 15 Mei 2026

Sumba Timur Terkini

Cerita Mardiani Awang Saat Membeli Kain Sumba, Ini Identitas

Harganya sesuai dengan proses pembuatan yang lama dan rumit. Juga dengan alat dan bahan alami yang tidak mudah dan murah untuk ditemukan.

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/IRFAN BUDIMAN
Mardiani Awang (49) berpose menunjukkan salah satu kain Sumba yang dibelinya pada hari Kamis (5/6/2025) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Mardiani Awang (49) masih mengenakan pakaian kantornya saat tiba di Kampung Raja Praingu Prailiu. Siang itu, tepat pukul 11.30 Wita. Ia berjalan pelan masuk ke sebuah rumah panggung bersama suaminya.

Rumah yang tersusun dari kayu kanawa dan mahoni itu dikenal sebagai galeri tenun ikat. Tempat di mana para ibu-ibu berkumpul, menenun dan memajang hasilnya.

Galeri ini tepat berada di Jalan Umbu Rarameha, Prailiu, Kambera, Sumba Timur. Atau tidak jauh dari Lapangan Pacuan Kuda Rihi Eti Prailiu. Di bagian timurnya.

Begitu masuk, mata Mardiani terlihat sorot tajam. Ia memperhatikan satu per satu kain tenun di sana. Sesekali ia memilih kain, mengangkat lalu merentangnya.

Ia terlihat mengamati motif yang ada pada kain itu. Tak lama, ia mengeluarkan ponselnya. Dan kemudian melakukan panggilan video.

Dalam percakapannya, mereka terlihat akrab. Mardiani pun memperlihatkan beberapa kain, menjelaskan motif dan juga menyebut harga kain.

Kepada POS-KUPANG.COM, Mardiani mengatakan, hari itu kali ketiga ia membeli kain tenun Sumba di Kampung Raja Prailiu. 

Namun, ia sudah berkunjung ke sana lebih dari lima kali.

“Beli sudah kali ketiga, kalau berkunjung sudah lebih dari lima kali,” katanya pada Kamis (5/6/2025).

Mardiani orang asli Sumba. Ia mengaku terikat dengan kain Sumba. Dengan motifnya yang unik, khas dan bernilai budaya tinggi.

Baca juga: DLHK Sumba Timur Perkuat Kolaborasi Adaptasi Perubahan Iklim

Selain itu, katanya, sebagai orang Sumba asli, ia harus memiliki kain Sumba. Itu identitas.

“Tertarik karena motifnya. Selain itu karena orang Sumba asli. Harus punya.”

Ia menyebutkan, kain Sumba ini biasa dikenakan dalam berbagai bentuk acara. 

Biasanya dalam acara adat, acara kawin-mawin, dan kematian.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved