Selasa, 2 Juni 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 4 Juni 2025, "Tuhan Pasti Menjagamu"

Pada saat hendak meninggalkan ruangannya, salah seorang saudaranya berkata: “Jangan takut, Tuhan pasti menjagamu”.

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Pastor John Lewar, SVD 

Renungan Harian Katolik Suara Pagi
Bersama Pastor John Lewar SVD
Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor – NTT
Rabu, 4 Juni 2025
Hari biasa Pekan VII Paskah
Kis. 20:28-38; Mzm. 68:29-30,33-35a,35b-36c; Yoh. 17:11b-19
Warna Liturgi Putih

Tuhan Pasti Menjagamu

Saya pernah mengunjungi seorang pasien di rumah sakit sekaligus memberikan sakramen perminyakan kepadanya. Perjumpaan kami benar-benar sangat bermakna baginya dan bagiku. Baginya, kunjunganku kali ini benar-benar bermakna karena ia mendapat pelayanan sakramen perminyakan dan viaticum.

Sorot matanya kepadaku menunjukkan rasa syukurnya yang luhur kepada Tuhan dan kepada abdi yang melayaninya. Bagi saya, saya mendapat sebuah pengalaman lagi dalam pelayanan kepada orang sakit. Saya melihat pergumulan hidupnya di saat sakit dan sorot mata penuh syukur meskipun dalam suasana menderita.

Pada saat hendak meninggalkan ruangannya, salah seorang saudaranya berkata: “Jangan takut, Tuhan pasti menjagamu”. Perkataan ini bukanlah perkataan perpisahan selamanya.

Perkataan ini ternyata memiliki kekuatan yang menyembuhkan. Sang pasien mendengar perkataan ini: “Jangan takut, Tuhan pasti menjagamu” dan ia percaya bahwa Tuhan akan melakukan yang terbaik sebagai wujud kasih-Nya. Ia percaya bahwa Tuhan menjaganya dan ia pun sembuh dan hidup sampai saat ini.

Kita sedang berada di hari keenam Novena Pentekosta. Saya merasa yakin bahwa banyak di antara kita sedang mengikuti novena Pentekosta ini dan sedang memohon anugerah-anugerah Roh Kudus yang baru bagi
hidup pribadinya. Roh Kudus akan mengajar segala sesuatu dan mengingatkan semua yang sudah Yesus Sabdakan kepada kita (Yoh 14:26).

Roh Kudus adalah Penghibur yang tidak akan meninggalkan kita sendirian. Kita patut bersyukur karena Tuhan tidak akan membiarkan kita sendirian. Dia pasti tetap menjaga hidup kita di dunia ini.

Dalam injil Yohanes( 17:11b-19) Yesus menunjukkan jati diri-Nya sebagai Imam Agung yang sangat berbeda dengan para imam sepanjang zaman. Dia mendoakan para murid-Nya yang penuh dengan kelemahan. Sebut saja Yudas Iskhariot yang akan mengkhianati-Nya, Petrus yang akan menyangkal-Nya, Thomas yang kurang percaya, Anak-anak Zebedeus yang memiliki ambisi-ambisi tertentu dan para rasul lain.

Yesus mengetahui hidup pribadi para murid-Nya namun Dia tetap menunjukkan jati diri-Nya sebagai Imam Agung yang mendoakan mereka kepada Bapa di surga. Wah, kalau anda dan saya sudah tahu bahwa sesama kita berkhianat maka kita tidak akan mendoakan mereka, bahkan kita berniat jahat terhadap mereka. Yesus berbeda dengan kita. Dia mendoakan tanpa memilah-milah hidup manusia.

Apa yang menjadi intensi doa dari Tuhan Yesus sang Imam Agung? Intensi Pertama, agar Bapa di surga dapat memelihara kita dalam nama-Nya yang kudus supaya masing-masing pribadi menjadi satu, bersaudara.

Intensi Kedua, agar Bapa di surga dapat menjaga kita supaya memperoleh keselamatan dan hidup abadi. Intensi Ketiga, agar Bapa dapat melindungi kita dari maut dan dosa (kejahatan). Intensi Keempat, agar Bapa menguduskan kita dalam kebenaran.

Keempat kata kunci dalam doa sang Imam Agung yakni memelihara, menjaga, melindungi dan menguduskan kita supaya menjadi semakin serupa dengan Diri-Nya.

Keempat kata kunci yang sama menjadi misi kita di dunia ini, yakni supaya dalam hidup berdampingan dengan sesama, kita juga dapat saling memelihara, menjaga, melindungi dan menguduskan.

Kita belajar dari Yesus. Dia adalah Tuhan kita, tetapi masih menempatkan diri-Nya sebagai Imam Agung yang berdoa kepada Bapa di Surga. Dia mendoakan semua orang tanpa melihat baik tidaknya orang yang Dia doakan.

Dia percaya kepada Bapa yang senantiasa memelihara, menjaga, melindungi dan menguduskan kita. Kita harus mengalami transformasi radikal supaya menjadi serupa dengan Tuhan Yesus. Mengapa? Karena kita masih dikuasai oleh keinginan untuk membalas dendam, marah, iri hati dan benci. Semua ini menandakan bahwa kita masih menjadi milik dunia.

Apakah kita tetap mau menjadi milik dunia? Jawabnya adalah tidak! Karena Yesus adalah Imam Agung yang mendoakan kita kepada Bapa sampai tuntas. Hanya dengan demikian kita juga mampu memelihara, menjaga, melindungi dan menguduskan.

Doa: Tuhan, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau sungguh baik hati kepada kami. Kami mohon kepada-Mu, semoga kami dapat menjadi serupa dengan Engkau yang memelihara, menjaga, melindungi dan menguduskan kami anak-anak-Mu...Amin (diolah dari PJ-SDB dalam artikel Fresh Juice 5 Juni 2019).

Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Rabu. Selamat menjalani Novena Roh Kudus hari keenam. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin
Pastor John Lewar SVD

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved