Makan Bergizi Gratis

Program MBG di Parigi Moutong, Bapelitbangda Mulai Lakukan Pendataan Lokasi Dapur

Pemkab melalui Bappelitbangda mulai melakukan pendataan jumlah siswa dan lokasi dapur MBG. 

Editor: Ryan Nong
TribunKaltara.com/Rismayanti
PERSIAPAN PROGRAM MBG – Siswa SMPN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung saat sedang makan bersama di asrama sekolah, Kamis (16/1/2025). Gedung eks boarding school SMPN TU 1 Tana Tidung ditawarkan menjadi dapur umum Satgas Program Pelayanan Pemenuhan Gizi Nasional. 

POS-KUPANG.COM, PARIMO - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah siap melaksanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemkab melalui Bappelitbangda mulai melakukan pendataan jumlah siswa dan lokasi dapur MBG

Dikutip dari Tribun Palu, pendataan ini merupakan bagian dari persiapan daerah dalam mendukung program prioritas nasional yang digagas pemerintah pusat.

Fokus pendataan meliputi jumlah sasaran siswa serta pemanfaatan lahan sekolah sebagai lokasi dapur MBG.

Pemanfaatan lahan sekolah dinilai lebih efisien dibanding penggunaan lahan umum yang memerlukan sertifikat resmi.

Bappelitbangda melibatkan Disdikbud, Dinkes, dan Dinsos untuk mempercepat pendataan lintas sektor.

Pemaparan resmi kesiapan daerah dijadwalkan paling lambat pada bulan Juni 2025.

Kepala Bidang Sosial dan Budaya Bappelitbangda Parigi Moutong, Intje Pina, mengatakan pihaknya baru mengikuti rapat koordinasi.

Dalam rapat itu, pihaknya diminta memaparkan kesiapan daerah terkait pelaksanaan program MBG.

“Pendataan awal fokus pada jumlah siswa dan lokasi dapur yang rencananya di lahan sekolah,” kata Intje, belum lama ini.

Penggunaan lahan sekolah dipilih karena banyak sekolah memiliki lahan cukup dan lebih mudah pengelolaannya.

“Kalau di tempat umum harus ada sertifikat lahan, itu yang menyulitkan,” tambahnya.

Untuk mempercepat pendataan, Bappelitbangda melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial.

Mereka akan bekerja sama agar data yang dikumpulkan valid dan prosesnya berjalan cepat.

Sementara itu, untuk teknis pelaksanaan program MBG, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.

“Sekarang masih tahap pengumpulan data, jadi belum ada petunjuk teknis detail,” ujar Intje.

Ia berharap proses pendataan berjalan lancar agar pelaksanaan MBG di Parigi Moutong tepat sasaran.

“Pemaparan resmi rencananya paling lambat Juni 2025, kami akan siapkan data terbaik,” tutup Intje. 

(*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved