Sosok dan Profil

Profil Gerald Oematan, Bocah Jenius dari Bumi Pancasila 

Nama Gerald William Oematan, bocah berusia 11 tahun yang kini duduk di bangku kelas VI SD GMIT Ende mungkin masih segar diingatan masyarakat Ende

|
POS-KUPANG.COM/HO-BRIPKA TEMMY OEMATAN
GERALD OEMATAN - Gerald William Oematan saat mewakili Indonesia dalam ajang ASMOPSS (Asia Science and Mathematics Olympiad For Primary and Secondary School di Jakarta dan Lomba ASMOPSS 14 di Banyuwangi tahun 2024 lalu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE - Nama Gerald William Oematan, bocah berusia 11 tahun yang kini duduk di bangku kelas VI SD GMIT Ende mungkin masih segar diingatan masyarakat Kabupaten Ende bahkan Nusa Tenggara Timur.

Gerald William Oematan, bocah jenius yang pernah mengajar kalkulus untuk 30 guru Matematika tingkat SMP di Kabupaten Ende bahkan dihadapan Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, Wakil Bupati Ende, drg Domi Mere, Kapolres Ende, AKBP I Gede Ngurah Joni Mahardika, jajaran Forkopimda bahkan para kepala sekolah saat acara resepsi Hardiknas di Kantor Dinas P dan K, Jumat, 2 Mei 2025 lalu.

Meski kalkulus biasanya diajarkan di tingkat sekolah menengah atas (SMA) atau bahkan perguruan tinggi dan tidak termasuk dalam kurikulum sekolah dasar (SD), hal itu bukan menjadi halangan bagi Gerald William Oematanuntuk belajar ilmu berhitung yang bagi sebagian orang menjadi momok yang sangat menakutkan. 

Baca juga: LIPSUS: Bank NTT Terbebas dari Dominasi Politik, RUPS LB Sempat Deadlock Beberapa Kali

Kalkulus mempelajari konsep-konsep matematika yang lebih kompleks seperti turunan dan integral yang tidak sesuai untuk anak-anak SD. 

Kalkulus adalah cabang matematika yang mempelajari laju perubahan dan akumulasi kuantitas.

Gerald Willian Oematan, siswa kelas VI SD GMIT Ende, berhasil membuktikan bahwa kalkulus tidak hanya bisa dipelajari dan dipahami serta bisa diaplikasikan oleh pelajar sekolah menengah atau perguruan tinggi. 

Bahkan, Gerald William Oematan pernah mewakili Indonesia dalam ajang ASMOPSS (Asia Science and Mathematics Olympiad For Primary and Secondary School di Jakarta dan Lomba ASMOPSS 14 di Banyuwangi tahun 2024 lalu.

ASMOPSS 2024 sendiri diikuti pelajar dari beberapa negara diantaranya Indonesia Thailand, Philipina, Tadjikistan dan Vietnam dan Pakistan.

Meski pintar dalam bidang Matematika, bocah kelahiran 7 Agustus 2003 ini bercita-cita ingin menjadi seorang Polisi, mengikut jejak sang ayah. 

"Cita-cita saya mau jadi Polisi, ikut seperti bapak tapi pangkatnya lebih tinggi dari bapak nanti, saya mau masuk Akpol," ucap anak pertama dari pasangan Bripka Temmy Oematan dan Maria Wehelmina Manggo kepada Pos Kupang.com, Sabtu (17/5/2025) malam.

Sejak kecil, Gerald William Oematan suka olahraga renang bahkan sudah menjadi hobinya. Pengalamannya yang pernah tenggelam saat berlatih renang di masa kecil tidak membuat Gerald kapok. Kejadian itu menjadi motivasi buat Gerald hingga meraih juara II lomba renang di Kota Kupang beberapa waktu lalu.

Baca juga: LIPSUS: Wapres Gibran Janji Manjakan Petani Bantu Alsintan untuk Petani di Baumata

Selain, renang, Gerald William Oematan juga jago beladiri Karate, bahkan pernah meraih medali perak pada lomba Karate di Kefamenanu beberapa waktu lalu.

Menekuni berbagai bidang ilmu tidak membuat Gerald William Oematan kewalahan membagi waktu antara belajar, bermain, les privat Matematika seminggu dua kali (Senin-Rabu) dan juga olahraga renang dan karate serta les piano.

"Pagi saya ke sekolah, pulang sekolah, istirahat sedikit, habis itu makan siang, setelah itu tidur, setelah itu saya melanjutkan dengan les Matematika, kalau les Matematika itu satu Minggu dua kali, kalau hari lainnya diisi dengan les-les yang lainnya juga, ada saatnya juga main game dan main dengan teman-teman," ujar kakak Maria Delvina Oematan ini.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved