Minggu, 12 April 2026

Covid 19

Covid-19 di Singapura dan Thailand Meningkat, Malaysia Waspada

Singapura dan Thailand kini diserang Covid-19. Jumlah warga yang terinfeksi Covid-19 terus meningkat.

Editor: Alfons Nedabang
AFP
COVID - Ilustrasi yang diambil di London pada 2 Desember 2021 menunjukkan empat jarum suntik dan layar bertuliskan 'Omicron', nama varian baru covid 19. Terbaru, Covid-19 merebak di Thailand dan Singapura. 

POS-KUPANG.COM - Singapura dan Thailand kini diserang Covid-19. Jumlah warga yang terinfeksi Covid-19 terus meningkat. 

Hal ini mengkhawatirkan negara lain di kawasan Asia Tenggara, termasuk Malaysia.

Pemerintah Malaysia terus mengamati perkembangan kasus Covid-19 seiring meningkatnya jumlah infeksi di Thailand dan Singapura

Menteri Kesehatan Malaysia, Dzulkefly Ahmad, menyampaikan bahwa meskipun situasi dalam negeri masih terkendali, kewaspadaan tetap dijaga. 

"Malaysia mencatat rata-rata sekitar 600 kasus per minggu, jauh di bawah ambang batas kewaspadaan nasional," tulisnya di media sosial X, Sabtu (17/5/2025). 

Ia juga menegaskan, tidak ada laporan kematian akibat Covid-19 di Malaysia sepanjang 2025 sejauh ini. Situasi berbeda terlihat di negara tetangga. Thailand melaporkan lebih dari 16.600 kasus baru dan enam kematian dalam periode 4-10 Mei. 

Sementara itu, Singapura mengalami lonjakan kasus menjadi 14.200 selama 27 April-3 Mei, naik dari 11.100 kasus pada pekan sebelumnya. Tercatat ada 133 pasien yang dirawat di rumah sakit. 

Untuk memastikan kesiapan menghadapi kemungkinan peningkatan kasus, Pusat Kesiapsiagaan dan Respons Krisis Nasional (CPRC) Malaysia terus melakukan penilaian risiko secara berkala. 

Sejak awal tahun ini hingga 10 Mei, Malaysia mencatat total 11.727 kasus Covid-19. Angka tertinggi tercatat pada awal tahun, kemudian menurun dan stabil dalam beberapa minggu terakhir. 

Pemerintah "Negeri Jiran" pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala, serta melindungi kelompok rentan. 

Vaksinasi juga tetap dianjurkan, terutama bagi individu yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved