Minggu, 19 April 2026

Kota Kupang Terkini

30 Pasangan Ikut Nikah Massal di Paroki Santo Fransiskus Assisi Kolhua

Romo Dus Bone mengatakan cinta tidak memandang usia, karena pasangan yang menikah dimulai dari usia yang paling muda hingga usia yang sudah tua, di at

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/PETRUS CHRISANTUS GONSALES
Pernikahan massal di Gereja St. Fransiskus dari Assisi, BTN Kolhua, Kota Kupang, Rabu (14/5/2025) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales

POS-KUPANG.COM, KUPANG - 30 pasangan suami istri yang mengikuti nikah massal yang digelar di Paroki Santo Fransiskus Assisi Kolhua, Kota Kupang, Rabu (14/5/2025).

30 pasangan suami istri ini mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di NTT, seperti dari Flores dan Timor. Meski ada diantara mereka yang mengenakan jas dan gaun.

Mereka terlihat duduk rapih, sembari menebarkan senyum menatap altar suci yang anggun. Di samping kiri dan kanan, terlihat sosok kedua orang tua saksi pernikahan yang setia mendampingi.

Disaksikan POS-KUPANG.COM, misa nikah massal dipimpin tiga pastor, yakni pastor Paroki Santo Fransiskus Assisi Kolhua, Romo Dus Bone, dibantu dua imam konselebran yaitu Romo Hiro, dan satu imam lainnya.

Dalam homili, Romo Dus Bone mengatakan cinta tidak memandang usia, karena pasangan yang menikah dimulai dari usia yang paling muda hingga usia yang sudah tua, di atas lima puluh tahun.

"Orang mengatakan lebih bahagia bila saya menikahi orang yang saya cintai. Tetapi akan lebih bahagia bila saya terus mencintai orang yang saya nikahi," pesan Romo Dus kepada 30 pasangan yang menikah, penuh keramahan.

Dikatakan, pasangan yang menikah akan mengikrarkan janji kesetiaan di hadapan para imam, di hadapan para saksi, dan umat sekalian yang hadir untuk hidup setia satu sama lain, dan menyayangi satu sama lain.

"Tidak boleh ada orang ketiga di antara hidup kalian," pesan Romo. Romo Dus Bone mengatakan, semua yang datang tidak atas paksaan para saksi tetapi atas kemauan sendiri dan akan bersumpah mencintai satu sama lain, baik dalam suka maupun duka. Dalam untung maupun malang. Baik sehat maupun sakit.

"Surat Rasul Paulus dalam uratnya kepada umat di Korintus, mengatakan siapa yang tidak memiliki kasih, ia seperti gong yang berkumandang dan canang yang bergemerincing," tegasnya, mengutip Surat Rasul Paulus.

Romo Dus Bone kembali berharap agar pasangan hidup saling sayang satu sama lain bukan saling sakit satu sama lain.

"Baku cinta satu sama lain, bukan baku cincang satu dengan yang lain. Hidup bersama baku bantu bukan baku banting," katanya.

Setelah homili dari Romo Dus Bone, diikuti sakramen pernikahan. Pantauan POS-KUPANG.COM, satu per satu pasangan bersama masing-masing orang tua saksi pernikahan maju ke hadapan tiga imam yang sudah berdiri menunggu di depan altar.

Romo Dus Bone di tengah altar. Romo Hiro, berdiri di depan altar, sisi kanan dari umat. Sedangkan satu imam lainnya berdiri di depan altar, sebelah kiri dari umat.

Baca juga: Pemkot Kupang Apresiasi Expo Panggilan 2025 di Paroki St. Fransiskus Dari Assisi Kolhua

Di hadapan imam dan umat, mempelai laki-laki memasukan cincin pernikahan kepada jari manis tangan kanan istrinya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved