Senin, 1 Juni 2026

Makan Bergizi Gratis

Jumlah Siswa Alami Keracunan MBG di Bogor Jadi 171 Orang

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bogor, siswa yang mengalami keracunan pertama kali dilaporkan pada Rabu (7/5/2025). 

Tayang:
Editor: Ryan Nong
KOMPAS.COM
DIRAWAT INTENSIF - Ilustrasi pasien dirawat intensif akibat keracunan makanan. 

POS-KUPANG.COM, BOGOR - Jumlah korban keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) di Kota Bogor, Jawa Barat bertambah jadi 171 orang. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bogor, siswa yang mengalami keracunan pertama kali dilaporkan pada Rabu (7/5/2025). 

"Dinas Kesehatan saat ini tengah melakukan investigasi epidemiologis untuk mencari sumber kejadian, serta berkoordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait dalam upaya penanganan, pengambilan sampel, dan edukasi kepada masyarakat," ungkap Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno, dikutip dari Kompas.com, Jumat (9/5/2025).

Retno menuturkan, ratusan siswa yang mengalami keracunan itu berasal dari enam sekolah yang ada di Kota Bogor.

Adapun rinciannya yakni sekolah TK Bina Insani (18 siswa), SD Bina Insani (2 siswa), SMP Bina Insani (82 siswa), SD Negeri Kukupu 3 (9 siswa), SD Negeri Kedung Jaya 1 (16 siswa), dan SD Negeri Kedung Jaya 2 (43 siswa).

"Kita terus lakukan pemantauan kasus keracunan sampai kasus ini tidak ditemukan kembali," tuturnya.

"Kita juga melakukan pengobatan dan rujukan kepada korban keracunan ke rumah sakit sesuai indikasi, pemeriksaan sampel muntahan dan pengambilan sampel dari dapur MBG," bebernya.

Retno menyebut, saat ini ada 22 siswa yang mengalami keracunan harus dirawat di enam rumah sakit, yakni di RS Hermina (7 siswa), RS Azra (4 siswa), RS Islam (6 siswa), RS EMC (1 siswa), RS Graha Medika (2 siswa), dan RS Salak (2 siswa).

"Sementara ada 29 orang menjalani rawat jalan, dan 120 orang mengalami keluhan ringan. Korban keracunan mengalami diare, muntah, dan demam," kata dia.

Sebelumnya, sebanyak 36 siswa sekolah Bosowa Bina Insani, Kota Bogor, Jawa Barat diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) pada Rabu (7/5/2025).  

Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengaku telah memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor untuk melakukan pemeriksaan terhadap sampel sisa makanan maupun muntahan siswa, termasuk dari kebersihan nampan makan.  

"Saya menekankan agar proses persiapan bahan dan pengolahan dilaksanakan secara aman, bersih, dan higienis," kata Dedie, Rabu.

Dedie menyampaikan saat ini, siswa yang terindikasi keracunan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit.  Sebanyak lima orang harus dirawat inap. Sementara, tujuh orang menjalani rawat jalan serta 24 orang mengalami keluhan ringan. (*)

 

  

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved