Kamis, 14 Mei 2026

NTT Terkini 

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di NTT 

Masyarakat pesisir, kata dia, diminta untuk waspada terhadap potensi banjir Rob yang bisa berlangsung selama dua hari itu.

Tayang:
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
BANJIR ROB - Seorang warga Desa Tablolong Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang sedang berjalan melihat banjir rob melanda desa itu. Selasa (4/2/2025) lalu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG  - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terhadap banjir Rob di sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Dalam pernyataan tertulis, Rabu (30/4/2025), BMKG menyebut peringatan dini itu berlaku sejak 1-2 Mei 2025. 

Banjir pesisir atau Rob merupakan peristiwa naiknya permukaan air laut ke daratan pesisir pantai yang disebabkan oleh air laut pasang atau curah hujan yang tinggi, kemudian menyebabkan daerah disekitarnya tergenang oleh air laut. 

"(Penyebabnya karena) adanya Fenomena Fase bulan baru dan Jarak terdekat Bulan dan Bumi (Perigee) pada tanggal 27 April 2025 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum," ujar Kepala Stasiun Maritim Tenau, Yandri Tungga.

Dia berkata, berdasarkan pantauan prediksi pasang surut, kecepatan angin, tinggi gelombang dan potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, maka dapat mempengaruhi dinamika pesisir di wilayah NTT berupa potensi banjir pesisir.

Baca juga: Daftar Wilayah Pesisir di NTT Terdampak Banjir Rob, berikut Jadwalnya, BMKG Imbau masyarakat Waspada

Masyarakat pesisir, kata dia, diminta untuk waspada terhadap potensi banjir Rob yang bisa berlangsung selama dua hari itu. 

"Pesisir Pulau Flores - Alor, pesisir Pulau Sumba, pesisir Pulau Sabu - Raijua, pesisir Pulau Timor - Rote," kata Yandri menyampaikan detail wilayah yang berpeluang terdampak banjir Rob. 

Akibat banjir Rob, membuat aktivitas masyarakat di sekitar Pelabuhan dan pesisir seperti aktivitas bongkar muat di Pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat dapat terganggu. 

"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," katanya. (fan)

 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved