Tinju Dunia
Jadwal Tinju Dunia, Ryan Garcia dan Rolando Romero Siap Melupakan Sesi Sparring
Sosok dua petinju kelas dunia Ryan Garcia dan Rolando Romero sesungguhnya ada bestie yang sudah saling mengenal
Penulis: Edi Hayong | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM- Sosok dua petinju kelas dunia Ryan Garcia dan Rolando Romero sesungguhnya ada bestie yang sudah saling mengenal.
Keduanya adalah petarung baru yang tangguh dengan berperilaku baik seperti diungkapkan Chris Mannix dari DAZN.
Garcia dan Romero, akan saling bertarung dalam kelas welter yang dijadwalkan pada 2 Mei.
Prestasi yang diraih keduanya pun tidak kalah mentereng.
Garcia dari 24 pertarungannya 20 diantaranya diraih dengan kemenangan KO. Sementara Romero menang 13 kali dari 16 kemenangannya.
Pukulan hook kiri Garcia adalah salah satu senjata paling dibanggakan dalam tinju, sementara Romero memiliki keistimewaan untuk melukai Gervonta “Tank” Davis, yang menggambarkan pukulannya seperti ada batu bata di sarung tinjunya.
Namun, ada juga arus bawah yang kuat dalam pertarungan itu, mengingat Ryan Garcia kembali dari larangan bertanding selama satu tahun setelah hasil tesnya positif untuk zat terlarang ostarine.
Jelas dalam pergolakan krisis kesehatan mental sekitar waktu yang sama, Garcia memuntahkan kefanatikan yang mengganggu di media sosial, mengasingkan dirinya dari pemirsa dan sesama petinju.
Baca juga: Hasil Tinju Dunia, Amado Vargas Kalahkan Angel Luna di Ronde Ketiga
Namun selama pertarungan, Garcia tampak tenang dan jernih, tidak membiarkan ejekannya berubah menjadi ujaran kebencian yang tak terkendali.
Ia dan Romero mengulang sesi sparring dari delapan tahun sebelumnya yang diunggah Romero di YouTube (dengan iklan untuk akun Instagram-nya di judul sebagai tambahan), di mana ia mengalahkan Garcia.
"Ini seperti acara TV yang tidak mau berhenti," kata Garcia tentang sesi sparring, yang terus muncul secara online.
"Wah, ini seperti Friends, tidak akan berhenti?"
"Saya tidak akan berbohong, saya bosan menonton omong kosong itu," kata Romero.
Garcia mengakui bahwa selama sesi sparring, Romero mampu menyeretnya ke posisi yang tidak menguntungkan.
Namun sejak itu, ia merasa telah tumbuh menjadi petarung yang lebih besar, dan telah memperoleh kepercayaan diri dari gagasan bahwa Romero tidak akan lagi mampu mendorongnya di atas ring.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pose-dua-petinju-kelas-dunia-Ryan-Garcia-dan-Rolando-Romero.jpg)