Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 17 April 2025, "Kasih dan Pengampunan"
Dalam perayaan ini kita umat beriman diajak untuk merenungkan kasih Yesus Tuhan kepada murid-murid-Nya sampai saat terakhir.
Renungan Harian Katolik
Oleh: RP Markus Tulu SVD
Hari Kamis Putih
Kamis, 17 April 2025
Bacaan I: Kel. 12: 1-8.11-14
Bacaan II: 1Kor. 11: 23-26
Injil: Yoh. 13: 1-15
"Kasih dan Pengampunan"
Selamat Merayakan Kamis Putih Bagi Kita Yang Merayakan. Perayaan Kamis Putih adalah sebuah perayaan peringatan akan malam perjamuan terakhir antara Yesus dan murid-murid-Nya.
Dalam perayaan ini kita umat beriman diajak untuk merenungkan kasih Yesus Tuhan kepada murid-murid-Nya sampai saat terakhir.
Pesan-pesan penting dari perayaan tersebut bagi kita yakni: pertama, Kasih dan pengampunan; Meskipun Yesus telah menunjukkan kasih-Nya yang sedemikian besar tapi Yudas tetap tidak melihat hal itu sebagai pesan untuk dihidupi dan dirawat.
Karena itu Yudas tetap menegaskan sikapnya yang telah dirasuki iblis untuk mengkhianati Yesus, gurunya itu. Di sini jelas diperlihatkan kepada kita bahwa kasih Yesus sang guru dibalas dengan pengkhianatan seorang murid-Nya.
Meskipun dikhianati dan selanjutnya diserahkan untuk dibunuh mati dan mati disalibkan Yesus tetap saja mau mengampuni. "Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Kedua; Kerendahan hati. Meskipun Yesus yang adalah Allah tapi telah rela turun menjadi manusia dan sama dengan hamba.
Dikatakan demikian karena dalam rupanya yang setara dengan Allah tapi mau melaksanakan pekerjaan seorang hamba yakni membasuh kaki para murid-Nya. Sebuah pekerjaan terhina di pandangan manusia tapi dijalani dengan hati yang teramat mulia oleh seorang guru dan gembala agung.
Sebuah prestise spiritual yang tidak mudah ditiru oleh semua kita yang menyebut diri sebagai murid Yesus. Ketiga, pertobatan. "Tidak semua kamu bersih." Yesus mengatakan demikian karena Yesus tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia untuk dibunuh mati. Di sini sebagai murid-murid Yesus kita diminta untuk bertobat dan menyucikan diri.
Kita bertobat karena betapa sering kita menjatuhkan sesama, mencederai persaudaraan dan persahabatan dan mengkhianati sakramen imamat, kaul-kaul kebiaraan dan sakramen perkawinan. Betapa sering kita hidup dengan dusta dan kepalsuan.
Ketulusan hati seorang murid tergerus habis oleh nafsu daging yang tak terkendali dan ketamakan hidup yang tak sanggup lagi dibendung. Keempat, Pelayanan. "Jika Aku, Tuhan dan Gurumu membasuh kakimu maka kamu pun wajib saling membasuh kaki."
Demikian pesan pelayanan dan atau teladan pelayanan yang Yesus tunjukkan kepada kita sebagai murid. Bahwa sebagai murid bukan status sosial yang diagung-agungkan tapi pelayanan kasih dalam semangat kerendahan hati dan ketulusan.
Di sini sebagai murid dedikasi dan pengabdian diri yang mesti diberikan bukan menuntut penghargaan dan mencari penghormatan. Kita yang merayakan Kamis Putih malam ini, kita yang turut makan bersama Tubuh Kristus dan minum Darah Kristus hendaklah kita tumbuhkan kesetiaan hidup sebagai seorang murid Yesus. Kel. 12:1-8.11-14; 1Kor. 11:23-26; Yoh. 13:1-15. (PMT)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| Renungan Harian Katolik Selasa 7 April 2026, "Dari Air Mata Menjadi Sukacita" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Selasa 7 April 2026, "Aku Melihat Tuhan" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Selasa 7 April 2026, Bertobat-Dekat & Setia Ikut Tuhan Sang Sumber Hidup |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 6 April 2026, "Dusta dan Uang Tak Bungkam Kebenaran Kebangkitan Tuhan" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 6 April 2026, "Pergi ke Galilea" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Markus-Tulu-SVD-Pater_01.jpg)