Doa Setelah Sholat
Tata Cara dan Doa Setelah Sholat Taubat yang Paling Dianjurkan agar Dosa Diampuni
Tata Cara dan Doa Setelah Sholat Taubat yang paling dianjurkan agar dosa Diampuni Allah SWT
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM - Sholat Taubat dianjurkan bagi Umat Islam minimal sekali seumur hidup.
Demikian juga dengan Doa Setelah Sholat Taubat.
Mengapa Sholat Taubat begitu dianjurkan bagi Umat Islam?
Sadar atau tidak sebagai Umat Manusia pasti tak luput dari salah dan dosa.
Salah satu jalan untuk memohon ampunan Allah SWT atas segala dosa atau kesalahan yakni dengan bertaubat.
Baca juga: Cukup Sekali Seumur Hidup, Ini Bacaan Doa Setelah Sholat Taubat dan Dzikir Mohon Pengampunan Dosa
Berikut Tata Cara Sholat Taubat
Tata cara sholat taubat 2 rakaat
1. Berwudhu dengan sempurna
2. Berdiri menghadap kiblat
3. Membaca niat sholat taubat seperti berikut:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ
Ushallî sunnatat taubati
Artinya: "Saya berniat sholat sunnah taubat."
4. Takbiratul ihram
5. Membaca Surat Al Fatihah dan Surat Al Ikhlas (Qul huwal laahu ahad...)
6. Rukuk
7. Iktidal
8. Sujud
9. Duduk di antara dua sujud dengan tumakninah
10. Sujud kedua
11. Kembali berdiri dan melanjutkan rakaat kedua
Rakaat kedua:
12. Membaca surah Al Fatihah dan Surat Al Kafirun (Qul yaayyuhal kafirun...)
13. Rukuk dan tumakninah
14. Iktidal dan tumakninah
15. Sujud dengan tumakninah
16. Duduk di antara dua sujud dengan tumakninah
17. Sujud kedua
18. Tasyahud akhir
19. Salam
Baca juga: Simak Tata Cara dan Doa Setelah Sholat Tahajud, Lafaz Latin dan Artinya, ini Keutamaannya
Berikut Bacaan Doa Setelah Sholat Taubat
1. Lafal tobat Nabi Adam as dan Siti Hawa atau pengakuan kesalahan keduanya yang diabadikan dalam Surat Al-A‘raf berikut ini.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Rabbanā zhalamnā anfusanā. Wa illam taghfir lanā wa tarhamnā, lanakūnanna minal khāsirīna.
Artinya:
Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri sendiri. Jika Kau tidak mengampuni dan menyayangi kami, niscaya kami termasuk hamba-Mu yang merugi (Surat Al-A‘raf ayat 23).
2. Nabi Muhammad saw seperti diriwayatkan oleh sahabat Abu Musa Al-Asy‘ari membaca doa berikut ini.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيْئَتِي وَجَهْلِي، وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي جِدِّي وَهَزْلِي؛ وَخَطَئِي وَعَمْدِي؛ وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ المُقَدِّمُ، وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Allāhummaghfir lī khathī’atī wa jahlī, wa isrāfī fī amrī, wa mā anta a‘lamu bihī minnī. Allāhummaghfir lī jiddī wa hazlī, wa khatha’ī wa ‘amdī. Wa kullu dzālika ‘indī. Allāhummaghfir lī mā qadamtu wa mā akhkhartu, wa mā asrartu, wa mā a‘lantu, wa mā anta a‘lamu bihī minnī. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru, wa anta ‘alā kulli syai’in qadīrun.
Artinya:
Tuhanku, ampuni lah kekeliruan dan kebodohanku, kelewatan batas ku dalam sebuah hal, dan dosaku yang mana Kau lebih tahu dariku. Tuhanku, ampuni lah dosaku dalam serius dan gurauan ku, kekeliruan dan kesengajaan ku. Apa pun itu semua berasal dariku. Tuhanku, ampuni lah dosaku yang terdahulu dan terkemudian, dosa yang ku sembunyikan dan ku nyatakan, dan dosa yang mana Kau lebih tahu dariku. Kau maha terdahulu. Kau maha terkemudian. Kau maha kuasa atas segala sesuatu (HR Bukhari dan Muslim).
3 Sayyidul istighfar
Setelah sholat taubat dan membaca doa-doa dianjurkan untuk membaca lafal yang disebut dengan “sayyidul istighfar,” yang umumnya dibaca setelah bacaan doa taubat nasuha di atas selesai dibaca.
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘ûdzu bika min syarri mâ shana‘tu. Abû’u laka bini‘matika ‘alayya. Wa abû’u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta.
Artinya:
Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakan ku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuan ku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang ku perbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampuni lah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau. (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta)." (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.