Wisata NTT

Wisata NTT,  Wisata ke Kampung Adat Todo di Manggarai, Wajib Pakai Kain Tenun Todo

Kampung Todo di Kabupaten Maggarai masih menjaga tradisi leluluhur, bahkan rumah adat pun masaih asli dan terjaga hingga kini

Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
(KOMPAS/RADITYA HELABUMI)
Kampung Todo di Kecamatan Satar Mese Barat, Manggarai, Nusa Tenggara Timur 

POS KUPANG.COM -- Kampung Todo di Kabupaten Maggarai masih menjaga tradisi leluluhur, bahkan rumah adat pun masaih asli dan terjaga hingga kini .

Dan, wisatawan yang memasuki kawasan Kampung Todo waji meakain kain tentun Todo sebaagi bemntuk menghargai adat setempart. 

Kain tenun todo merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Todo di Kecamatan Satarmese, Satarmese Barat, dan Satarmese Utara di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terus dilestarikan kaum perempuan di wilayah tersebut.  

Kain tenun todo tak bisa dipisahkan dari aktivitas masyarakat setempat. Kain tenun ini selalu dipakai saat ritual adat penti (syukuran) tahunan dan ritual adat perkawinan. 

Kain ini juga wajib dikenakan oleh wisatawan mancanegara (wisman), wisatawan nusantara (wisnus), dan wisatawan lokal yang tengah berkeliling dan mengunjungi rumah-rumah adat di Kampung Todo .  

Selain itu, saat merayakan perayaan besar, salah satunya Paskah, warga setempat juga memakai kain tenun todo. Seperti perayaan Paskah beberapa waktu lalu

Baca juga: Wisata NTT, Pesona Pantai Nanga Rawa Spot Indah untuk Berburu Sunset di Manggarai Timur

Ketua Dewan Stasi Santo Yohanes Pemandi Woa, di Paroki Santo Stefanus Iteng, Kevikepan Ruteng, Keuskupan Ruteng, Rofinus Dat menjelaskan, masyarakat Kampung Woa, Desa Koak, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, NTT, selalu mengenakan kain todo saat merayakan hari-hari besar keagamaan. 

"Saat perayaan Paskah, umat Katolik Kampung Woa, yang adalah masyarakat Woa memakai kain tenun todo. Ini sangat unik. Ini juga cara masyarakat Satarmese melestarikan warisan budaya kain tenun Todo. Apalagi anggota kor saat perayaan berlangsung memakai kain tenun todo," jelas Rofinus.

  Ia menambahkan, masyarakat melestarikan warisan budaya dengan membiasakan diri memakai kain tenun todo. Upaya ini juga guna menghormati dan menghargai perempuan yang menenun kain tenun todo. 

"Semua kaum perempuan di wilayah perkampung Todo dan sekitarnya bisa menenun kain tenun todo. Tamu yang menginap di rumah warga selalu disediakan kain tenun Todo untuk selimut saat istirahat malam karena cuacanya dingin," ucapnya. 

Wisatawan yang menginap wajib pakai kain tenun todo Wisatawan yang jalan-jalan di Kampung Todo dan Waerebo, misalnya, wajib memakai kain tenun todo bila menginap di rumah warga atau rumah adat di kampung-kampung tersebut. 

Baca juga: Wisata NTT, Pesona Pantai Laing Bakok NTT, Pantai Pasir Putih dan Spot Berburu Sunrise

"Keluarga selalu menyiapkan kain tenun todo di kamar tidur yang akan dipakai oleh wisatawan dan tamu yang hendak bermalam," kata Rofinus. 

Kain tenun (songket) khas Kampung Todo di Kecamatan Satar Mese Barat
Kain tenun (songket) khas Kampung Todo di Kecamatan Satar Mese Barat, Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Rofinus menjelaskan, wisatawan juga bisa menyaksikan langsung perempuan penenun kain tenun todo di beberapa kampung di wilayah tersebut. 

"Kaum perempuan di wilayah Satarmese memiliki kerajinan tangan dengan menenun kain tenun todo untuk melestarikan budaya, khususnya kain tenun todo," jelasnya. 

Salah seorang wisatawan dari Kabupaten Ende, Flores, NTT, bernama Saturninus Duki menyampaikan, ia memakai kain tenun todo selama empat hari lantaran merayakan Paskah di Stasi Santo Yohanes Pemandi Woa. 

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved