NTT Terkini

Dusun Flobamora Menyelenggarakan Diskusi Buku di Seminari Lalian Atambua

Diskusi buku ini digelar untuk membahas dan meluncurkan buku puisi  “Lalu Kau Menulis Atambua” karya Ricky Ulu dan buku cerpen “Jasad sang Pelacur...

|
Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG/HO-DOK DUSUN FLOBAMORA
DISKUSI BUKU - Suasana diskusi buku yang digelar Komunitas Sastra Dusun Flobamora di aula Seminari Menengah St. Maria Immaculata Lalian, Atambua, Kabupaten Belu pada Kamis, 3 April 2025. 

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA  - Komunitas Sastra Dusun Flobamora menyelenggarakan diskusi buku di Seminari Menengah St. Maria Immaculata Lalian, Atambua, Kabupaten Belu. Diskusi hangat berlangsung pada  Kamis, 3 April 2025.

Diskusi buku ini digelar untuk membahas dan meluncurkan buku puisi  “Lalu Kau Menulis Atambua” karya Ricky Ulu dan buku cerpen “Jasad sang Pelacur dan Pemakaman Keduanya” karya Christian Dan Dadi

Kedua buku fiksi tersebut diterbitkan Penerbit Dusun Flobamora. Demikian keterangan pers yang diterima Pos Kupang dari anggota Dusun Flobamora, Saddam HP, Sabtu (5/4/2025).

DISKUSI BUKU - RD. Rosindus Tae (kanan) bicara dalam diskusi buku yang diselenggarakan Komunitas Sastra Dusun Flobamora di aula Seminari Menengah St. Maria Immaculata Lalian, Atambua, Kabupaten Belu, Kamis, 3 April 2025.
DISKUSI BUKU - RD. Rosindus Tae (kanan) bicara dalam diskusi buku yang diselenggarakan Komunitas Sastra Dusun Flobamora di aula Seminari Menengah St. Maria Immaculata Lalian, Atambua, Kabupaten Belu, Kamis, 3 April 2025. (POS KUPANG/HO-DOK DUSUN FLOBAMORA)

“Seorang penyair dan cerpenis bila punya kekhasan, maka orang akan tertarik membacanya,” kata RD. Rosindus Tae dalam diskusi buku tersebut.

Romo Rosindus menjelaskan lebih lanjut tentang kelebihan masing-masing buku. 

“Puisi-puisi Ricky memuat harapan untuk kembali pada sesuatu atau seseorang yang sudah lama hilang. Meski puisinya sederhana, tapi butuh disimak lebih dalam” kata Romo Rosindus. 

“Sedangkan cerpen-cerpen Christian menunjukkan bahwa ia adalah pengagum tokoh. Setiap tulisan yang ada kaitan dengan tokoh akan dijelaskan sampai sampai dengan sekecilnya. Unsur kebaruan dalam kedua buku ini sangat kuat,” ujarnya.

Saat ditanya tentang bagaimana menulis puisi yang baik, Ricky membagikan triknya. 

“Saya menulis dari apa yang saya ketahui. Saya menulis tentang Atambua, tempat saya tumbuh dan Ponu, tempat saya mengajar sebagai guru,” ungkap pendiri Komunitas Pohon Asam Ponu ini.

 “Suasana pendidikan di seminari Lalian membuat iklim literasi tumbuh dengan baik,” tambahnya.
 
Cerpen-cerpen Christian memiliki imajinasi yang realis dan magis. “Bagi saya, imajinasi itu sangat tak terbatas dan itu sah dalam menulis,” kata pegiat seni kelahiran Kupang ini. 

Selain menulis, Christian juga adalah seorang pelukis dan telah menyelenggarakan pameran di beberapa tempat. 

“Saya memulai proses kesenian saya dari rahim seminari Lalian,” tambahnya.

Ricky Ulu dan Christian Dan Dadi akan menghadiri Makassar International Writers Festival (MIWF) 2025 yang diadakan di Makassar, 29 Mei-1 Juni 2025. Ricky selain akan hadir sebagai emerging writer, tetapi juga bersama Christian akan turut membahas buku terbaru mereka.

Diskusi buku ini terselenggara atas kerja sama Komunitas Sastra Dusun Flobamora dan Seminari Menengah St. Maria Immaculata Lalian, Atambua. 

Dusun Flobamora memiliki lini penerbitan sejak tahun 2018 untuk mengakomodasi penerbitan buku-buku dari para penulis Nusa Tenggara Timur. 

Seminari Lalian berada di wilayah Keuskupan Atambua dan pada tahun ini akan merayakan 75 tahun yang puncaknya akan terjadi pada 8 September 2025, yakni pada pesta kelahiran Santa Perawan Maria. (*)

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved