Makan Bergizi Gratis
Pemkot Makassar Dukung MBG, Tugaskan Sekcam Koordinasikan Gugus Tugas Kecamatan
Penugasan itu sebagai bentuk dukungan terhadap MBG yang merupakan program prioritas pemerintah pusat.
POS-KUPANG.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar akan menugaskan sekretaris kecamatan atau sekcam untuk mengkoordinasikan pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat kecamatan.
Penugasan itu sebagai bentuk dukungan terhadap MBG yang merupakan program prioritas pemerintah pusat.
"Program MBG merupakan inisiatif yang harus didukung penuh dan kami pun telah menugasi satu orang di setiap kecamatan untuk mengkoordinasikan programnya," kata Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, sebagaimana dikutip dari Antara, Selasa (1/4/2025).
Munafri mengatakan Pemkot Makassar sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat siap untuk berkontribusi dalam pelaksanaannya.
"Ini menjadi program yang sangat didukung oleh presiden karena beliau yang ciptakan program ini. Pada retret kepala daerah beberapa waktu lalu, Kepala BGN datang menyampaikan hal ini," katanya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, kata dia, Pemkot Makassar akan menugasi satu orang perwakilan di setiap kecamatan untuk mengoordinasikan pelaksanaan MBG.
Koordinasi ini rencananya akan dilakukan oleh sekretaris camat, yang sekaligus akan dijadikan sebagai Satuan Tugas (Satgas) MBG.
"Pemerintah kota yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah pusat pasti akan mendukung penuh. Saya akan beri masing-masing satu orang per kecamatan untuk koordinasi dengan kalian. Mungkin sekretaris camat yang akan koordinasi langsung. Nanti sekretaris camat jadi Satgas MBG. Kita akan buat aturan baru untuk itu," ujarnya.
Pemkot Makassar juga siap berkontribusi lebih jauh, termasuk dalam pembangunan dapur SPPG jika diperlukan.
Munafri menegaskan langkah ini sejalan dengan visi Makassar sebagai kota yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan, di mana setiap warganya memiliki akses terhadap layanan dasar, termasuk pemenuhan gizi yang layak.
"Kami support, kalaupun kami harus bantu bangun dapur, kami akan coba. Entah apakah kami langsung buat atau cari mitra, yang penting pemerintah pusat tahu, jangan sampai kita dianggap tidak support," ucap dia.
Sementara itu, Kepala Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Muhammad Abdillah Satar menjelaskan bahwa Program MBG dirancang untuk memberikan akses makanan bergizi kepada kelompok rentan di masyarakat.
Sasaran penerima manfaatnya mencakup anak sekolah dari tingkat TK hingga SMP, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah dua tahun (baduta).
"MBG ini sebagai salah satu Asta Cita Presiden, harapannya untuk mengintervensi stunting yang dihadapi Indonesia saat ini," ujarnya.
Program ini juga memiliki pendekatan berbasis komunitas dengan mendukung perekonomian lokal. Setiap dapur SPPG mampu melayani hingga 3.500 penerima manfaat, dengan alokasi khusus bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta sebanyak 10 persen dari total penerima.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.