NTT Terkini

Wakil Bupati Sumba Barat Soroti Keberadaan Hotel Nihiwatu

Kehadiran hotel ini tentunya sangat baik dalam menggairahkan potensi pariwisata di Pulau Sumba umumnya dan Sumba Barat khususnya.

Penulis: Edy Hayong | Editor: Eflin Rote
net
Nihiwatu Hotel di Kabupaten Sumba Barat, Provinsi NTT, Indonesia. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Wakil Bupati Sumba Barat, Thimotius Tede Ragga, S.Sos menyoroti soal keberadaan Hotel Nihiwatu yang ada di wilayah Kabupaten Sumba Barat.

Kehadiran hotel ini tentunya sangat baik dalam menggairahkan potensi pariwisata di Pulau Sumba umumnya dan Sumba Barat khususnya.

Namun sangat disayangkan, kantor dari hotel tersebut bukannya ada di Nusa Tenggara Timur tetapi di Bali. Ini tentu pajaknya bukan untuk Sumba Barat tetapi justru mengalir ke Bali.

Wabup Sumba Barat menyampaikan hal ini pada acara diskusi publik yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT di Aula Fernandes Kantor Gubernur NTT, Senin (24/3/2025).

Kegiatan Diskusi Publik ini mengusung tema “Membedah dan Mengawal Visi Ekonomi Kepala Daerah NTT”.

Dikatakan Wabup Timotius, sejak dirinya dilantik bersama Bupati Sumba Barat sudah dicanangkan program 100 hari.

Visi dan misi serta program kerja yang akan dilakukan selama kepemimpinan lima tahun kedepan, lanjut Timotius, disandingkan dengan visi-misi pemerintah pusat juga pemerintah Provinsi NTT.

Baca juga: Wakil Bupati Sumba Barat Timotius Ragga  Dukung Pembentukan  Koperasi Merah Putih

"Kami punya program kami kemas dalam Program Berkarya yakni Berseri, Bersih, sehat dan Indah," beber Wabup Timotius.

Dikatakannya, skala prioritas perhatian untuk program 100 hari adalah soal kebersihan kota, kecamatan, desa dan kampung. 

Bersama SKPD terkait juga melakukan penataan para pedagang kaki lima (PKL) juga soal sampah. 

Hal lain yang disoroti Wabup Timotius terkait pengelolaan potensi pariwisata, potensi pertanian dan perkebunan.

Lebih spesifik Timotius mengkritisi soal keberadaan Hotel Nihiwatu dengan pemasukan yang luar biasa. Pasalnya tarif menginap satu hari bisa jutaan rupiah.

"Pemkab Sumba Barat  tidak mau persulit investasi. Silahkan investor masuk ke Sumba Barat dalam menumbuhkan potensi pariwisata. Tapi yang aneh kantornya (Hotel Nihiwatu) ada di Bali bukan di NTT. Ini sama dengan pajak kami lari ke Bali bukan ada di NTT," kritik Timotius.

Dirinya mengakui ada yayasan dari Hotel Nihiwatu yang turut berpartisipasi membantu pendidikan dan kesehatan di Sumba Barat.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved