KKB Papua
Reaksi Gubernur NTT Melki Laka Lena Terhadap Insiden di Yahukimo Papua
Gubernur NTT Melki Laka Lena mengecam insiden penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Yahukimo, Papua Pegunungan
Penulis: Irfan Hoi | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Gubernur NTT Melki Laka Lena mengecam insiden penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Melki Laka Lena mengecam keras aksi keji yang dilakukan oleh KKB di Papua yang menewaskan seorang guru asal NTT dan beberapa warga lainnya.
Mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu berkata, pasca kejadian dia langsung berkomunikasi dengan berbagai pihak di Papua dan Jakarta untuk memastikan kondisi yang sebenarnya.
"Sebagai kepala daerah, saya sangat prihatin. Apalagi, saya sudah cukup mengenal situasi di Papua, termasuk banyak warga NTT yang bekerja dan mencari nafkah di sana. Ini menyentuh hati saya karena yang menjadi korban adalah warga NTT," katanya, Senin (24/3/2025), di Kantor DPRD NTT.
Baca juga: Panggilan Terakhir Rosalia Sogen Sebelum Tewas Diserang KKB Papua
Menurutnya, komunikasi intensif telah dilakukan baik secara terbuka maupun tertutup dengan tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta pihak-pihak terkait untuk menjamin keselamatan warga NTT di Papua.
"Saya sudah berkoordinasi dengan pihak TNI, baik yang bertugas di Papua maupun di Mabes TNI di Jakarta. Saya berterima kasih kepada aparat keamanan yang bergerak cepat dalam merespon situasi ini," tambahnya.
Pemulangan jenazah Korban
Gubernur Melki juga menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengupayakan pemulangan jenazah korban ke kampung halamannya di Flores Timur.
"Tadi pagi saya sudah berkomunikasi dengan Bupati Flores Timur dan sejumlah tokoh NTT di Jayapura untuk mengatur pemulangan jenazah secepat mungkin. Warga NTT di Papua saat ini turut membantu proses tersebut," jelasnya.
Baca juga: Dibunuh KKB Papua, Keluarga Rosalia di Flores Timur NTT Minta Jenazah Dipulangkan
Di tengah situasi ini, Gubernur Melki mengimbau semua pihak untuk tetap tenang dan menjaga perdamaian.
"Saya telah berkomunikasi dengan tokoh-tokoh Papua yang saya kenal untuk meredam situasi agar tidak ada lagi kekerasan yang menimpa warga sipil, khususnya warga NTT yang bekerja di Papua," tegasnya.
Gubernur Melki menegaskan bahwa warga NTT yang bekerja di Papua telah berkontribusi secara positif dan tidak pernah terlibat dalam konflik.
"Kita semua berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Mari kita jaga keamanan dan persaudaraan di tanah Papua," kata dia. (fan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| Pemkab Puncak Minta KKB Hentikan Kekerasan Pasca Tragedi Sinak Berdarah |
|
|---|
| Korban Pembakaran Honai oleh KKB di Distrik Sinak Dievakuasi |
|
|---|
| Usai Kontak Tembak, Satgas Damai Cartenz Sisir Perlintasan KKB Yahukimo |
|
|---|
| Warga Sipil yang Tewas akibat Aksi KKB di Sinak jadi 12 Orang |
|
|---|
| TNI Bantah Terlibat Penembakan Anak di Kambru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Gubernur-NTT-Melki-Laka-Lena-menyebut-solusi-yang-digunakan.jpg)