KKB Papua
Senjata Api dan Amunisi KKB Papua Tidak Hanya Berasal dari Dalam Negeri
Kaops Satgas Damai Cartenz, Brigadir Jenderal Polisi Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa KKB mendapatkan senpi dan amunisi dari beberapa sumber.
POS-KUPANG.COM, JAYAPURA - Senjata api (senpi) dan amunisi yang diperoleh Kelompok Kriminal Bersenjata papua atau KKB Papua tidak hanya berasal dari dalam negeri.
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Brigadir Jenderal Polisi Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa KKB mendapatkan senpi dan amunisi dari beberapa sumber.
Hal itu berdasarkan penyelidikan yang dilakukan Satgas pasca berhasil membongkar jaringan penyeludupan senpi dan amunisi yang selama ini mendukung aksi kekerasan bersenjata KKB di wilayah tersebut.
Faizal Ramdani mengungkap, senjata itu diperoleh melalui penyeludupan dari Papua Nugini (PNG), Filipina, serta hasil rampasan dari anggota TNI-Polri yang bertugas di Papua.
"Peredaran senpi umumnya berasal dari tiga sumber, yakni Papua Nugini, Filipina Selatan, dan senjata yang dibeli atau direbut dari TNI-Polri yang bertugas di daerah konflik," ungkap Faizal dalam keterangan dikutip dari Kompas.com, Selasa (18/3/2025).
Faizal juga menyebutkan bahwa pada tahun 2021, sejumlah senpi yang diamankan berasal dari Filipina Selatan.
"Pada tahun yang sama, ada senpi yang didapatkan dari hasil operasi di wilayah Papua Pegunungan," tambahnya.
Pada Kamis (6/3/2025), Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Opsnal Polda Papua berhasil menangkap Yuni Enumbi, yang hendak menyeludupkan senpi dan amunisi melalui jalur darat Jayapura-Wamena.
Penangkapan dilakukan di KM 76 Kampung Ampas, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua, di mana petugas menemukan enam pucuk senpi dan 882 butir amunisi yang disembunyikan di dalam kompresor.
Baca juga: Kejanggalan di Balik Hilangnya Iptu Tomi Saat Kejar KKB, Didesak hingga Pakai Uang Pribadi
Dari hasil pengembangan, enam pelaku lainnya yang berperan sebagai pemasok senpi dan amunisi juga berhasil diamankan oleh Polda Papua, Polda Jawa Timur, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Polda Papua Barat.
Faizal menekankan bahwa pengungkapan jaringan jual beli senpi dan amunisi ini merupakan hasil kerja keras berbagai satuan dan personel di lapangan.
"Operasi ini akan terus kami lakukan guna mencegah dan memitigasi peredaran senjata dari luar. Kami juga berupaya menumbuhkan rasa aman bagi masyarakat Papua," tegas Wakapolda Papua tersebut.
Sejak tahun 2020 hingga Maret 2025, Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polda Papua berhasil menyita total 76 senpi organik dan rakitan serta 5.938 butir amunisi dari tangan KKB. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.