Kabupaten Kupang Terkini
Jualan Garam di Jalan Timor Raya, Lala Lite Tetap Semangat Nafkahi Keluarga
Jual garam di Jalan Timor Raya, Desa Oebelo, Kabupaten Kupang, Lala Lite tetap semangat menafkahi keluarganya.
POS-KUPANG.COM, OELAMASI- Jual garam di Jalan Timor Raya, Desa Oebelo, Kabupaten Kupang, Lala Lite tetap semangat menafkahi keluarganya. Garam tersebut diproduksi sendii dan biasanya ia menjual dari pagi sampai tengah malam.
Saat ditemui POS-KUPANG.COM di lapak jualannya, Senin (10/3), Lala Lite atau biasa di sapa mama Lala, terlihat menjual garam di pinggir jalan yang dikenal ramai dilewati banyak kendaraan dari Kota Kupang.
Lala mengatakan, garam yang ia jual berkisar dari harga Rp 5.000 sampai dengan harga Rp 10.000.
Ia menuturkan, hasil dari jualannya ia sisihkan untuk kebutuhan keluarga dan makan minum sehari-hari. "Hasil jualan untuk kebutuhan dalam rumah dan anak sekolah. Anak saya dua orang, satu masih kelas dua dan satunya mau SMP dan saat ini duduk di bangku kelas enam, " ungkapnya.
Ia mengatakan, kegiatan ini telah dilakukannya dan sudah berjualan selama tujuh tahun. Tak hanya garam halus yang dijual, ia juga menjual garam kasar yang dipatok degan harga sebesar Rp 10.000 per kantong atau per sokal.
Lala menyampaikan, hasil dari jualan yang laku merupakan berkat bagi dirinya dan keluarganya.
" Kalau laku itu berkat buat saya dan keluarga, kalau rame yah rame kalau tidak ada yang beli juga syukuri saja,” ungkapnya.
Menurut Lala, garam yang dijual merupakan garam yang diambil dari tambak garam di pantai di Kabupaten Kupang.
Garam tersebut ia dapatkan dengan membeli pada orang tambak dengan harga Rp 75. 000 per karung ukuran 50 kg.
"Saya membeli di tambak di tepi Pantai Oebelo, satu karung garam kasar dengan harga Rp 75.000. Kami mengolah lagi dengan memasak untuk dapat garam halus , " ungkapnya.
Ia mengatakan, garam biasanya laku terjual di hari Sabtu dan Minggu. Keuntungan yang ia peroleh di hari Sabtu dan hari Minggu biasanya lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa.
"Biasa kalau hari Sabtu dan Minggu itu paling rame. Kami bisa mendapatkan uang hingga Rp 100.000. Kalau hari biasa paling sekitar Rp 30.000 sampai p 40.000 dan sangat tergantung. Kadang rame kadang tidak, " tuturnya.
Garam yang dijual Lala, biasanya ditaruh pada wadah anyaman daun lontar atau biasa disebut warga lokal dengan nama "sokal".
Menurutnya, Sokal sendiri membuat dagangan tersebut lebih menarik dimata pembeli dan lebih aman digunakan.
"Kami pake wadahnya itu namanya sokal itu dibikin dari daun lontar. Kami anyam baru taruh lebih bagus saja dan lebih baik daripada pakai kantong plastik " ujar Lala. (nov)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.