Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Jumat 7 Maret 2025, Kurban yang Sempurna
Tetapi sesungguhnya semua kurban dan ritual itu hanyalah simbol atau bayangan saja bahwa manusia tidak dapat menghapus dosanya sendiri.
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Renungan Harian Kristen Jumat 7 Maret 2025 dengan judul Kurban yang Sempurna.
Karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.
Renungan Harian Kristen ini merujuk pada Kitab Ibrani 10:1-10.
Artikel ini dilansir dari buku Renungan Harian Suluh Injil, ditulis oleh anggota Komunitas Suluh Injil.
Renungan berdasarkan Alkitab dan ajaran iman Kristen, yang bersumber dari Alkitab - LAI Terjemahan Baru Edisi 2 (TB2).
Baca juga: Renungan Harian Kristen Kamis 6 Maret 2025, Bilur-Nya Menyembuhkan Kita
POS-KUPANG.COM telah mendapat izin dari Pdt. Yudith A. Nunuhitu Follabessy, M.Si, anggota Tim Penyusun Renungan Harian Suluh Injil edisi Maret 2025.
Tema Bulan Maret 2023, Menghayati Sengsara Yesus: Merengkuh Kerapuhan Hidup.
Simak selengkapnya Renungan Harian Kristen:
Pengampunan Allah sangat kita butuhkan sebab kita tidak memiliki kuasa untuk mengampuni diri sendiri dari dosa-dosa kita. Tetapi pengampunan hanya dapat berlaku menurut cara dan kehendak Allah sendiri. Bagaimana kita memperoleh pengampunan dari Allah?
Pertama, Allah memerintahkan kepada Musa agar dalam ibadah Paskah, umat Israel merayakan pembebasan mereka dengan memberikan persembahan berupa kurban anak domba.
Selain itu, Allah juga memerintahkan ibadah kurban yang melaluinya Allah berkenan melupakan dosa umat dan berdamai dengan mereka.
Tetapi sesungguhnya semua kurban dan ritual itu hanyalah simbol atau bayangan saja bahwa manusia tidak dapat menghapus dosanya sendiri.
Diperlukan kurban lain. Sistem kurban yang diperintahkan kepada Musa dimaksudkan untuk mengarahkan manusia kepada Kristus.
Tetapi umat Israel gagal karena berfokus kepada ritual kurban menurut Taurat. Kegagalan ini semakin diperparah ketika umat Israel memandang ritual kurban yang mereka lakukan sebagai bentuk usaha mereka untuk mencapai keselamatan.
Kedua, anak domba itu harus disembelih dan mati, barulah darahnya dipakai untuk dioleskan di ambang pintu sebagai tanda bagi malaikat maut agar umat Israel dibebaskan dari maut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/suluh-injil.jpg)