Sabtu, 25 April 2026

Ende Terkini

Warga Ende Keluhkan Masalah Pelayanan Rumah Sakit hingga Masalah Pendidikan

Warga Ende Keluhkan Masalah Pelayanan Rumah Sakit hingga Masalah Pendidikan saat bertemu Anggota DPRD Ende

|
Editor: Adiana Ahmad
TRIBUNFLORES.COM/HO.MEGI SIGASARE
RESES ANGGOTA DPRD ENDE - Reses II masa sidang tahun 2024/2025, warga Kabupaten Ende di dua wilayah berbeda kembali mengeluhkan masalah-masalah yang kerap terjadi seperti pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat-obatan di RSUD Ende, banjir, sampah, virus ASF hingga masalah pendidikan langsung kepada Maria Margaretha Sigasare,  Ketua Fraksi Golkar yang juga Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Ende. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE - Sebagian besar warga Kota Ende tampaknya sudah jenuh dengan beberapa masalah yang kerap terjadi di wilayah itu.

Masalah-masalah tersebut juga kerap disampaikan baik kepada pemerintah maupun anggota DPRD Kabupaten Ende.

Pada kesempatan reses II masa sidang tahun 2024/2025, warga Kabupaten Ende di dua wilayah berbeda kembali mengeluhkan masalah-masalah yang kerap terjadi seperti pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat-obatan di RSUD Ende, banjir, sampah, virus ASF hingga masalah pendidikan langsung kepada Maria Margaretha Sigasare,  Ketua Fraksi Golkar yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Ende.

Reses pertama digelar di Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Tengah, pada Kamis, 6 Maret 2025, sementara reses kedua berlangsung di Desa Ndungga, Kecamatan Detusoko, pada Jumat, 7 Maret 2025.

Baca juga: Soal Penundaan Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 , BKPSDM Ende Mengaku Belum Ada Petunjuk

Kegiatan ini dihadiri oleh warga setempat, kepala desa, ketua RT, serta perwakilan tokoh masyarakat.

Di Kelurahan Paupire, warga mengungkapkan berbagai permasalahan yang mereka hadapi, terutama di sektor kesehatan dan infrastruktur. 

Salah satu keluhan utama adalah pelayanan di RSUD Ende, yang menurut salah seorang warga sering kekurangan obat-obatan yang diperlukan oleh pasien. 

"Kami seringkali kesulitan mendapatkan obat sesuai resep dokter di apotek karena tidak tersedia. Kami berharap masalah ini segera diatasi,” keluh warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya.

Selain itu, warga Paupire juga mengeluhkan masalah banjir yang kerap melanda wilayah sekitar Kampus Akper. 

Banjir disebabkan oleh tersumbatnya saluran drainase yang dipenuhi sampah. Hal ini menyebabkan air meluap dan menggenangi pemukiman warga, mengganggu aktivitas sehari-hari.

Tak hanya itu, warga juga menyoroti rusaknya kondisi jalan menuju Pemakaman Umum Aembambu. 

Jalan yang sudah lama rusak tersebut menyulitkan akses warga, terutama ketika ada prosesi pemakaman.

Menanggapi keluhan ini, Maria Margaretha Sigasare menegaskan, masalah pelayanan di RSUD Ende akan menjadi perhatian khusus dan segera disampaikan kepada pemerintah. 

Baca juga: Pidato Perdana Bupati Ende, Yosef Badeoda: "Kelemahan itu Jadi Kekuatan"

Ia juga mengungkapkan terkait perbaikan infrastruktur, meski terbentur oleh keterbatasan anggaran, pihaknya akan berusaha memperjuangkan agar masalah ini menjadi prioritas pemerintah.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved