Jumat, 24 April 2026

KKB Papua

Kapendam Bantah Tudingan OPM Soal TNI Bakar Rumah Warga Pegunungan Bintang

Dia meminta masyarakat tidak terprovokasi dari pemberitaan hoax yang menyesatkan yang sengaja disebar oleh OPM.

Editor: Ryan Nong
ANTARA
BANTAH TUDINGAN OPM - Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Chandra Kurniawan. 

Kapendam Bantah Tudingan OPM Soal TNI Bakar Rumah Warga Pegunungan Bintang

 

POS-KUPANG.COM, JAYAPURA - Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Candra Kurniawan membantah tudingan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menyebut aparat TNI membakar sejumlah rumah warga di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Adapun sejumlah rumah di Kabupaten Pegunungan Bintang dibakar pada Senin, 2 Februari 2025.

Kapendam mengatakan tudingan itu merupakan hoax alias berita bohong yang menyesatkan. 

"Itu hoax dan tidak benar bahwa TNI melakukan pembongkaran dan pembakaran rumah warga kemudian di jadikan Pos. Apalagi isu aparat TNI yang mengancam warga dan menjadikan gereja sebagai Pos TNI, serta menembak ternak dan merampas hasil kebun warga adalah hoax," ujar Kapendam dikutip dari Papua60detik, Selasa (4/3/2025). 

TNI, ungkap Kapendam, justru hadir untuk melaksanakan tugas melindungi masyarakat dan membantu penegakan hukum dari aksi OPM yang selalu melakukan teror dan pengancaman, membunuh masyarakat sipil dan aparat TNI Polri serta membakar fasilitas umum, sekolah dan rumah warga. 

Dia meminta masyarakat tidak terprovokasi dari pemberitaan hoax yang menyesatkan yang sengaja disebar oleh OPM.

"Aparat TNI dalam bertugas mempedomani hukum dan menjunjung tinggi HAM, sehingga sudah pasti melindungi dan menjaga keselamatan masyarakat adalah utama," pungkas dia. 

Adapun sebelumnya, juru bicara OPM Sebby Sambom, menyebut aparat militer Indonesia membakar rumah warga karena berdalih rumah tersebut dimiliki oleh pasukan TPNPB atau KKB Papua.

"Atas tuduhan palsu bahwa rumah tersebut dimiliki oleh pasukan TPNPB, maka langsung dibakar sementara rumah lainnya di jadikan pos militer dalam rangka melakukan operasi lebih luas di Kabupaten Pegunungan Bintang," kata Juru Bicara OPM Sebby Sambom

Katanya, sebanyak tujuh rumah yang dibakar  Sementara tiga rumah telah dijadikan pos pertahanan. Militer Indonesia, tudingnya, juga menggunakan Gereja GIDI untuk pos pertahanan. 

Sebby lantas meminta Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI untuk segera tentukan batas wilayah perang di Pegunungan Bintang. Termasuk menentukan tempat atau area bagi warga sipil untuk beraktivitas. (*)

 

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved