Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Senin 3 Maret 2025, Melayani dengan Kasih Bapa
Walaupun begitu Allah tetap mengutus Anak-Nya. Kesediaan Yesus menunjukkan betapa baiknya Allah yang memberikan kesempatan manusia bekerja bagi-Nya.
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Renungan Harian Kristen Senin 3 Maret 2025 dengan judul Melayani dengan Kasih Bapa.
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.
Renungan Harian Kristen ini merujuk pada Kitab Matius 21: 33-46.
Artikel ini dilansir dari buku Renungan Harian Suluh Injil, ditulis oleh anggota Komunitas Suluh Injil.
Renungan berdasarkan Alkitab dan ajaran iman Kristen, yang bersumber dari Alkitab - LAI Terjemahan Baru Edisi 2 (TB2).
Baca juga: Renungan Harian Kristen Minggu 2 Maret 2025, Bapa Dalam Pengorbanan Anak Tunggal Allah.
POS-KUPANG.COM telah mendapat izin dari Pdt. Yudith A. Nunuhitu Follabessy, M.Si, anggota Tim Penyusun Renungan Harian Suluh Injil edisi Maret 2025.
Tema Bulan Maret 2023, Menghayati Sengsara Yesus: Merengkuh Kerapuhan Hidup.
Simak selengkapnya Renungan Harian Kristen:
Bapa merupakan sapaan khas dalam iman Kristen untuk menyatakan relasi manusia dengan Tuhan Allah.
Yesus, Sang Anak Tunggal Allah yang mengajarkan para murid tentang relasi itu dan memanggil Allah dengan sebutan “Bapa”.
Para rasul meneruskannya kepada gereja dan berlaku bagi kita hingga hari ini. Mari kita memaknai sapaan Bapa dari teks ini.
Matius menempatkan kisah ini dalam konteks akhir pelayanan Yesus, ketika Ia sudah berada di Yerusalem untuk kesempatan terakhir merayakan Paskah dan sesudah itu Ia akan diadili serta dijatuhi hukuman mati.
Karena itu Yesus memakai perumpamaan ini untuk menggambarkan apa yang akan terjadi. Pertama, dari perumpamaan ini, kita diajarkan bahwa Allah sudah tahu bahwa manusia menolak Dia dan memperlakukan para hambanya dengan sangat buruk.
Walaupun begitu Allah tetap mengutus Anak-Nya. Kesediaan Yesus menunjukkan betapa baiknya Allah yang memberikan kesempatan manusia bekerja bagi-Nya.
Bukannya menghargai, mereka malah berlaku sombong dan jahat. Mereka berpikir dalam kesombongan dapat mengambil alih warisan Kerajaan Allah (38). Inilah gambaran kerapuhan manusia yang menolak Kristus dan Allah Bapa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/suluh-injil.jpg)