Sabtu, 25 April 2026

Kepausan

Kondisi Paus Fransiskus Mulai Stabil 

Pemimpin 1,4 miliar umat Katolik sedunia itu membutuhkan oksigen tingkat tinggi dan transfusi darah untuk melawan anemia. 

|
Editor: Dion DB Putra
TANGKAPAN LAYAR YT
KONDISI PAUS STABIL - Kondisi kesehatan Paus Fransiskus dilaporkan mulai stabil. Paus berusia 88 tahun tersebut masuk Rumah Sakit Gemelli Roma sejak 14 Februari 2025. 

POS-KUPANG.COM, ROMA - Kondisi  Paus Fransiskus  yang dirawat di RS Gemelli, Roma, Italia, masih kritis. Walau demikian secara umum mulai stabil. 

Demikian perkembangan teranyar kesehatan Bapa Suci asal Argentina tersebut.

Bapa Suci dilaporkan sudah bekerja dari tempat tidurnya di ruang kepausan rumah sakit tersebut. 

"Kondisi klinis Bapa Suci Paus Fransiskus tetap kritis, tetapi stabil," demikian pernyataan resmi Vatikan pada malam ke-12 Paus Fransiskus berada di rumah sakit tersebut. 

"Tak ada sistem kerja pernapasan akut dan parameter hemodinamik terus stabil," kata pejabat Vatikan mengacu pada pengukuran seperti denyut jantung dan tekanan darah Paus Fransiskus

Paus Fransiskus (88)  yang dirawat sejak 14 Februari 2025 menderita serangan pernapasan asma pada akhir pekan. 

Pemimpin 1,4 miliar umat Katolik sedunia itu membutuhkan oksigen tingkat tinggi dan transfusi darah untuk melawan anemia. 

Pada Selasa 25 Februri 2025, Paus menjalani pemindaian CT lanjutan  guna pemantauan radiologis pneumonia bilateral. "Prognosisnya masih belum jelas," kata pernyataan Vatikan

Meskipun Paus Fransiskus sakit dan kondisinya kritis, pemimpin umat Katolik sedunia itu berusaha keras untuk tetap mengikuti urusan Gereja dari kamar rumah sakitnya di lantai 10 Rumah Sakit Gemelli Roma. 

"Pagi harinya, setelah menerima ekaristi, ia melanjutkan aktivitas kerjanya," lanjut pernyataan itu. 

Pada Senin 24 Februari 2025, Paus Fransiskus menerima Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin. 

Fransiskus menyetujui kanonisasi dua orang awam Venezuela dan Italia yang meninggal pada awal abad ke-20, sementara mengesahkan langkah pertama menuju kekudusan bagi tiga pastor abad ke-19. 

Ia juga menelepon pastor paroki komunitas Katolik Gaza, seperti yang rutin dilakukannya sejak perang di Gaza pecah. 

Kali ini Sri Paus berterima kasih kepadanya atas video yang dikirim paroki kepadanya. 

"Seluruh dunia berdoa untukmu dan semua orang mendoakanmu agar sehat," kata pastor itu dalam video yang dipublikasikan di Vatican News. 

Sumber: Kompas.com

 

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved