Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Selasa 25 Februari 2025, Allah Mengutus, Pergilah!
Nabi Yunus menunjukkan keberanian dengan menolak tugas pengutusan Tuhan untuk memberitakan penghukuman Tuhan kepada bangsa Niniwe.
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Renungan Harian Kristen Selasa 25 Februari 2025 dengan judul Allah Mengutus, Pergilah!
Firman Tuhan kepada Yunus, “Pergilah segera ke Niniwe.”
Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri.
Renungan Harian Kristen ini merujuk pada Kitab Yunus 1:1-17.
Artikel ini dilansir dari buku Renungan Harian Suluh Injil, ditulis oleh anggota Komunitas Suluh Injil.
Renungan berdasarkan Alkitab dan ajaran iman Kristen, yang bersumber dari Alkitab - LAI Terjemahan Baru Edisi 2 (TB2).
Baca juga: Renungan Harian Kristen Senin 24 Februari 2025, Duta Kristus
POS-KUPANG.COM telah mendapat izin dari Pdt. Yudith A. Nunuhitu Follabessy, M.Si, anggota Tim Penyusun Renungan Harian Suluh Injil edisi Februari 2025.
Simak selengkapnya Renungan Harian Kristen:
Nabi Yunus menunjukkan keberanian dengan menolak tugas pengutusan Tuhan untuk memberitakan penghukuman Tuhan kepada bangsa Niniwe.
Kita biasanya mengatakan “Tuhan memilih orang yang mau, bukan orang yang mampu.” Yunus pasti mampu, karena itu Allah berkenan mengutus dia, tetapi ia tidak mau.
Baginya lebih baik lari dari hadapan Allah daripada ke Niniwe. Walaupun Yunus tidak mau, tetapi Tuhan mau.
Kemauan Tuhan tidak dapat dibatalkan atau diubah oleh sikap Yunus yang tidak mau.
Bukan kemauan atau keinginan kita, melainkan kemauan Tuhanlah yang menjadi dasar pengutusan ke medan pelayanan. Mari kita pahami bersama.
Pertama, Tuhan memilih dan mengutus Yunus pergi ke Niniwe dengan maksud untuk memberitakan bahwa kota dan orang Niniwe akan dihukum oleh Tuhan.
Yunus menolak dan memiliki pilihan lain. Sikap Yunus menunjukkan seakan-akan sebagai manusia kita memiliki kehendak bebas untuk menentukan apa yang kita mau terima dan kita tolak dari Allah.
Benarkah kehendak bebas sama dengan dapat memilih dan memutuskan sendiri apa pun dengan bebas?
Ternyata “kehendak bebas” Yunus justru menghadapkan dia kepada kehendak Allah yang “memaksa” dia memutar kembali haluannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Cover-Renungan-Harian-Kristen-Edisi-Februari-2025.jpg)