Kota Kupang Terkini
Pedagang di Pantai LLBK Kota Kupang Rindu Tenda
Yanti Dubu, perempuan asal Sabu Raijua ini, setiap hari menjajakan jualannya di Pantai LLBK atau yang kenal dengan sebutan Pantai Tedis.
Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok
POS-KUPANG.COM, KUPANG – “Kalau bisa dibangun tenda yang aman untuk jualan, jadi kalau hujan, jualan kami tidak terendam,” ujar Yanti Dubu, pedagang kaki lima di pantai Lai Lahi Bisi Kopan (LLBK), Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.
Yanti Dubu, perempuan asal Sabu Raijua ini, setiap hari menjajakan jualannya di Pantai LLBK atau yang kenal dengan sebutan Pantai Tedis.
Yanti menjajakan jualannya dari pukul 15.00 WITA hingga pukul 23.00 WITA. Ia menjual jagung bakar, pisang gepeng, dan aneka minuman sachet.
Lokasi lapaknya tepat berada di depan lahan parkiran untuk pengunjung pantai ini.
Ketika diwawancarai POS KUPANG pada Selasa (25/2/2025), Yanti mengaku dengan berjualan dapat membantunya dalam memenuhi kebutuhan hidup. Ia mengharapkan adanya pengadaan tenda untuk berjualan.
Baca juga: Berita Viral Mengapung di LLBK Orang Dengan Gangguan Jiwa Asal Kelurahan Numponi Kabupaten Malaka
Ia berjualan menggunakan gerobak berwarna biru, dengan atap dari baliho atau spanduk bekas.
Ia mengaku beberapa waktu lalu ketika hujan dan angin melanda kota kupang, gerobak jualannya menjadi salah satu yang rusak. Bahkan, barang jualannya terendam air.
“Kalau harus bayar juga tidak apa-apa. kalau tidak tenda, biar lopo-lopo untuk jualan saja. Angin kemarin kasih rusak atap dan jualan terendam. Ganti tenda supaya kalau hujan kami jualan aman” ujar Yanti.
Untuk kebersihan di Pantai LLBK ini, setiap hari jumat semua pelaku usaha di pantai ini melakukan bakti sosial. Namun tidak jarang mereka menyewa petugas kebersihan.
Sementara untuk fasilitas lain seperti kamar mandi dan toilet berukuran terlalu kecil dan air yang sering macet, Yanti berharap dengan terpilihnya wali kota baru, dapat melihat sampai ke hal-hal kecil seperti ini.
“Pantai ini sudah bagus. Fasilitas sudah ada tapi rusak, seperti lampu pantai banyak yang rusak,” ujar Yanti.
Kurang lebih sepuluh lampu di sepanjang pantai ini tidak menyala. Ada yang patah akibat angin kencang beberapa waktu lalu, ada juga yang memang sudah rusak dan tidak menyala.
Terdapat tiga lopo yang dibangun di tengah pantai ini. Marcusuar menjadi obyek pelengkap latar belakang bagi pengunjung yang mengabadikan momen di pantai ini.
Selain Yanti, pelaku usaha lain mengeluhkan hal yang serupa. Yanto Raja (32) seorang fotografer pantai mengeluhkan fasilitas yang ada di Pantai ini seperti penerangan di pantai ini. Sebagai seorang fotografer lampu penerangan menjadi hal yang penting, katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pedagang-LLBK-butuh-tenda.jpg)