Gempa Bumi
Waspada,BMKG Sebut Ada Peningkatan Aktivitas Kegempaan Setiap Tahun, 2024 Tercatat 29.869 kali gempa
Waspada,BMKG Sebut Ada Peningkatan Aktivitas Kegempaan Setiap Tahun, 2024 Tercatat 29.869 kali gempa
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
"Poinnya di sini memang terjadi tren peningkatan aktivitas kegempaan. Terutama untuk gempa dangkal ini memang meningkat. Juga ada fenomena patahan-patahan aktif di darat semakin banyak yang jadi sumber gempa," terangnya.
"Tren gempa merusak di Indonesia terus terjadi. Dan tahun 2024, terjadi 20 kali gempa merusak. Kalau tahun 2018-2023, 119 kali gempa merusak. Jadi tadi, ada sedikit penurunan dari tahun 2020-2023 meski masih 11.000-an, tapi gempa merusaknya semakin meningkat," papar Dwikorita.
Mengutip bahan paparan Kepala BMKG dalam webinar tersebut, terungkap letak Indonesia memang berlokasi di pertemuan 3 lempeng utama dunia, yaitu Indo-Australia, Pasifik, dan Eurasia. Selain itu, terdapat 14 segmen sumber gempa subduksi/ megathrust, serta 402 segmen sumber gempa sesar aktif yang sudah teridentfiikas. Juga, masih banyak lagi yang belum teridentifikasi.
BMKG, lanjut Dwikorita, untuk menghadapi tantangan dinamika tektonik yang menunjukkan peningkatan aktivitas, dengan merapatkan jaringan seismograf.
Menurut Dwikorita, pada saat kejadian gempa - tsunami Aceh tahun 2004 silam, hanya ada skeitar 20 seismograf yang ada dan tidak dalam jaringan. Sejak tahun 2008, jelasnya, BMKG membangun sistem info dini gempa dan peringatan dini tsunami. Sensornya terus bertambah hingga kini mencapai ada 550 seismograf.
Baca juga: Gempa Bumi 3.8 Magnitudo Terjadi di 13 Km Barat Daya Borong Manggarai Timur
Adapun deretan megathrust adalah:
- gempa M3,4 di 0.24° LS ; 100.35° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 7 Km Barat Laut Bukittinggi, Sumatra Barat dengan kedalaman 5 km yang terjadi pada hari Jumat, 9 Agustus 2024 pukul 00:35:45
- gempa M5,1 di 9,45° LS; 120,57° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 41 Km arah Timur Laut Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 72 km pada hari Jumat, 9 Agustus 2024 pukul 23:40:39 WIB
- gempa M4,6 di 2.8 LU dan 117.74 BT, atau tepatnya berlokasi 63 km Tenggara Tarakan, Kalimantan Utara di kedalaman 11 km pada hari Sabtu, 10 Agustus 2024 pukul 16:20:23 WIB
- gempa M5,3 di 2,36° LU ; 126,67° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 123 Km arah BaratLaut Pulaudoi, Maluku Utara pada kedalaman 78 km yang terjadi pada hari Senin, 12 Agustus 2024 pukul 18:36:13 WIB
- gempa M5,5 di 5,57° LS ; 128,77° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 222 Km arah Tenggara Kota Ambon, Maluku pada kedalaman 324 km yang terjadi pada hari Selasa, 13 Agustus 2024 pukul 02:12:14 WIB
- gempa M4,9 di 9.18° LS; 112.59° BT tepatnya di laut pada jarak 115 km arah Tenggara Kab. Malang, Jawa Timur dengan kedalaman 57 Km yang terjadi pada hari Selasa, 13 Agustus 2024 pukul 10:03:52 WIB
- gempa M4,4 di 5.29° LU dan 95.51° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 12 km Barat Laut, Jantho, Aceh Besar dengan kedalaman 2 km yang terjadi pada hari Selasa, 13 Agustus 2024 pukul 20:04:38 WIB. (*)
ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.