Hamas

Israel Tunda Pembebasan Tahanan Palestina, Hamas Ancam Tak Ada Pembicaraan Lanjutan

Israel dan Hamas berulang kali menuduh satu sama lain melakukan pelanggaran sejak gencatan senjata dimulai 19 Januari lalu.

Editor: Ryan Nong
ANTARA
PERTUKARAN SANDERA - Ilustrasi pertukaran sandera antara Israel dan Hamas di Gaza. Hamas mengancam tidak akan melanjutkan pembicaraan jika tahanan Palestina tidak dibebaskan Israel. 

POS-KUPANG.COM, GAZA -  Hamas bereaksi atas penundaan pembebasan tahanan Paslestina oleh Israel akhir pekan ini. 

Otoritas Hamas menyebutkan bahwa mereka telah memutuskan tak akan ada pembicaraan dengan Israel sampai para tahanan Palestina itu dibebaskan.

Langkah itu dilakukan Hamas usai menolak negosiasi dengan Israel jika tahanan Palestina tak segera dibebaskan sesuai kesepakatan.

Israel telah memutuskan menunda pembebasan ratusan tahanan Palestina sesuai rencana, sebelum Hamas mengikuti persyaratan mereka.

Kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, Israel akan menunda pembebasan 620 tahanan Palestina, hingga pembebasan sandera berikutnya dipastikan.

Mereka juga tak menginginkan adanya upacara yang mempermalukan saat pembebasan sandera.

“Setiap pembicaraan dengan musuh melalui mediator mengenai langkah-langkah yang akan datang bergantung pada pembebasan 620 tahanan Palestina yang disepakati, sebagai ganti empat jasad dan enam tawanan Israel yang dibebaskan pada Sabtu", kata Pejabat Hamas Basem Naim, Minggu (23/2/2025), dikutip dari Kompas tv yang melansir France24.

“Para mediator harus memastikan musuh mematuhi ketentuan perjanjian sebagaimana tercantum dalam teks yang disepakati,” tambahnya.

Masyarakat Tahanan Palestina, kelompok lokal yang mendukung tahaan Palestina menegaskan, Israel mempraktekkan diri sebagai negara teroris melawan tahanan dan keluarganya.

Israel dan Hamas berulang kali menuduh satu sama lain melakukan pelanggaran sejak gencatan senjata dimulai 19 Januari lalu.

Hamas pada satu tingkat menegaskan bakal menghentikan menyerahkan sandera karena menuduh Israel melakukan pelanggaran.

Keputusan Israel menunda pembebasan tahanan Palestina dikarenakan upacara yang dilakukan Hamas saat akan melepaskan 6 sandera Israel. Kantor Netanyahu menegaskan, Hamas telah mempermalukan mereka dengan melakukan upacara tersebut. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved