Prakiraan Cuaca
Sirkulasi Siklonik di Laut Timor, Selatan Indonesia, BMKG Ingatkan NTT Waspada Cuaca Ekstrem
Sirkulasi Siklonik di Laut Timor, Selatan Indonesia, BMKG ingatkan NTT waspada cuaca ekstrem
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) mendeteksi kemunculan Sirkulasi Siklonik di Laut Timor, Selatan Indonesia.
Menurut BMKG, Sirkulasi Siklonik di Laut Timor ini memicu cuaca ekstrem di Wilayah NTT.
BMKG menyebut Sirkulasi Siklonik yang terpantau di Laut Timor, selatan Nusa Tenggara Timur diprediksi semakin menguat dan berpotensi akan menjadi Bibit Siklon Tropis dalam beberapa hari kedepan.
Kondisi ini mengakibatkan peningkatan curah hujan yang signifikan di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Baca juga: Pasca Musim Pancaroba, BPBD Rote Ndao Ingatkan Warga Waspada Cuaca Ekstrem
Selain itu, terdapat Sirkulasi Siklonik berada di perairan barat daya Banten yang mengakibatkan konvergensi memanjang dari barat daya Lampung hingga selatan Jawa Tengah dan dapat meningkatkan curah hujan di wilayah Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat.
Sirkulasi siklonik terpantau di wilayah Laut Timor selatan NTT dan barat daya Banten, sistem ini menyebabkan daerah pertemuan angin (konvergensi) di wilayah Laut Timor, NTT dan perairan selatan Jawa.
Kedua Sirkulasi Siklonik ini mampu menyebabkan terjadinya peningkatan kondisi cuaca menjadi cuaca ekstrem hingga sepekan ke depan.
Dinamika Atmosfer Sepekan Ke Depan
Dalam seminggu kedepan, MJO diprediksi akan memasuki fase 8 hingga tiga hari kedepan.
Namun demikian, fenomena MJO secara spasial masih bertahan di Kalimantan Timur, Sulawesi bagian tengah hingga utara, Maluku, Maluku Utara dan sebagian besar Pulau Papua yang berkontribusi terhadap kondisi dinamika atmosfer di wilayah tersebut.
Selain itu, Fenomena Gelombang Rossby Ekuator yang berpropagasi ke arah barat terpantau aktif di Laut Sulu dan Samudra Pasifik Timur Filipina yang berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
Baca juga: Waspada, BMKG Ingatkan Wilayah NTT Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem pada 18-22 Februari 2025
Sedangkan, Gelombang Kelvin yang berpropagasi ke arah timur terpantau aktif di Samudra Hindia selatan banten hingga Jawa Tengah dan Jawa Barat serta Jawa Tengah bagian selatan yang berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
Analisis OLR juga menunjukkan nilai negatif selama periode 18-21 Februari 2025, yang mengindikasikan semakin signifikannya potensi hujan di beberapa wilayah di Indonesia.
Selain itu, daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lainnya terpantau memanjang dari Selat Malaka hingga Riau, dari Riau hingga Sumatera Selatan, di Pesisir barat Bengkulu, Perairan barat Bengkulu, perairan selatan Jawa Timur, pesisir utara Jawa Tengah, di Laut Flores, dari dari laut seram hingga Laut Banda.
Sedangkan, pertemuan angin (konfluensi) terpantau di Perairan Selatan Lampung hingga Banten, Laut Banda dan Laut Arafura. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis, bibit siklon tropis, dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Cuaca-ekstrem-melanda-Provinsi-NTT.jpg)