Kabupaten Kupang Terkini
Ira Sobeukum Minta Pemkab Ambil Langkah Relokasi Warga Bitobe yang Terdampak Longsor
Dia berharap kolaborasi yang sudah ada terus berjalan dan pihak lain yang bisa berdonasi bisa ikut berpartisipasi memberikan donasi bagi para korban
Penulis: Yohanes Alryanto Tapehen | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS KUPANG.COM- Ryan Tapehen
POS KUPANG.COM, OELAMASI - Anggota DPRD Kabupaten Kupang Dapil Amfoang, Ira Sobeukum meminta agar solusi jangka panjang untuk relokasi bagi korban longsor Desa Bitobe segera dibahas.
"Usulan konkret saya untuk rumah warga yang sudah tidak layak lagi harus direlokasi dan harus segera dibahas dan dalam perencanaan kedepan," ungkap Ira, Kamis (13/2/2025).
Pasalnya daerah tersebut saat ini tak bisa lagi didiami karena semua masuk dalam kawasan rawan longsor.
Ira yang sudah turun ke lokasi longsor menyebut semua korban longsor sudah dievakuasi ke pos pelayanan Bioba Baru dan sudah ditangani BPBD dan Dinas Sosial.
"Saya berikan apresiasi kepada semua pihak baik gereja, pemerintah kecamatan, BPBD dan dinas Teknis lain yang sudah berupaya menangani semua korban longsor di Bitobe," ucap Leglator perempuan asal Amfoang ini.
Baca juga: 44 Rumah di Desa Bitobe Amfoang Tengah Kabupaten Kupang Rusak Berat Akibat Longsor
Dia berharap kolaborasi yang sudah ada terus berjalan dan pihak lain yang bisa berdonasi bisa ikut berpartisipasi memberikan donasi bagi para korban.
Sebelumnya, dampak Bencana Longsor di Desa Bitobe Kecamatan Amfoang Tengah cukup parah dimana dilaporkan ada 44 unit rumah rusak berat akibat adanya pergerakan tanah.
Diketahui puluhan unit rumah yang rusak di kampung Sonan Dusun 1 Desa Bitobe ini dibangun dari dana bantuan Kementerian Sosial (Kemensos) melalui program Komunitas Adat Terpencil (KAT) pada Tahun 2021 lalu.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kupang, Saryakus Paulus Liu, Rabu 12 Februari 2025 mengatakan total rumah yang dibangun kala itu sebanyak 88 unit.
Meskipun rumah rusak berat namun kata dia sampai saat ini tak ada korban jiwa dan warga sudah diungsikan ke posko pengungsian di Pos Pelayanan GMIT Bioba Baru.
Sementara siswa rumah warga yang saat ini belum terdata berada di wilayah terisolir yang tak bisa dijangkau karena sulitnya akses kesana.
Terkait kerusakan rumah bantuan ini pihaknya akan melaporkan ke Kementerian Sosial melalui pimpinan daerah.
"Kondisi rumah yang rusak akibat longsor cukup parah dan kami lihat tidak bisa ditempati lagi oleh warga. Patahan struktur tanah dilokasi tersebut sangat beresiko bagi keselamatan jiwa," terang Paul Liu.
Saat ini kata dia masyarakat sudah diungsikan ke posko pengungsian di Pos pelayanan GMIT Bioba Baru dan Dinsos juga telah membuka layanan dapur umum disana.
Salah satu warga Sonan, Dominggus Nale mengaku bingung untuk melanjutkan kehidupan mereka pasca bencana pasalnya sumber makanan mereka yang rusak akibat longsor.
"Rumah saya kena longsor, kebun juga sudah rusak semua, kami juga takut kembali kesana," ungkap Dominggus yang juga merupakan Ketua RW 02 Dusun 1 Sonan.
Ia mengakui rumah yang kini rusak akibat longsor tersebut merupakan bantuan dari Kemensos tahun 2021 lalu.
Meskipun saat ini ada di pengungsian dia meminta agar pemerintah baik daerah maupun pusat juga memikirkan kepada mereka lokasi juga rumah layak huni bagi mereka.
"Kami tidak tahu Sampai kapan di pengungsian karena rumah sudah rusak juga tanaman kami semua terbawa longsor, Kami tidak tau harus berbuat bagaimana," ucap Dominggus sedih. (ary)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/asal-dapil-amfoang.jpg)