Malaka Terkini
Perencanaan Pembangunan di Malaka Barat Harus Berbasis Bencana
Karena itu kata Camat Remi, penanganan atas tanggul-tanggul penahan banjir harus menjadi fokus perhatian agar aktivitas warga menjadi lancar.
POS-KUPANG.COM, BETUN -- Camat Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Remigius Bria Seran, S.H., A.Kp, menyebut, perencanaan pembangunan di kecamatan itu harus berbasis atau berpatok pada hal kebencanaan.
Sebab wilayah ini berada pada dataran yang rendah sehingga potensial menjadi langganan banjir di tiap musim hujan.
Camat Remi, demikian panggilannya mengatakan hal ini saat dihubungi POS-KUPANG COM, Rabu, (5/2/2025).
Lelaki kelahiran Desa Besikama, Malaka Barat, 25 Februari 1973 ini mengatakan, bila manajemen berbasis bencana dilakukan dengan baik, maka program pemerintah akan berjalan dengan baik.
Karena itu kata Camat Remi, penanganan atas tanggul-tanggul penahan banjir harus menjadi fokus perhatian agar aktivitas warga menjadi lancar.
Baca juga: Sungai Benenai Meluap, Pemerintah dan Warga Desa Motaain Malaka Barat Waspada
Di beberapa desa misalnya Oanmane dan Motaain tanggul penahan banjir belum dibuat sehingga banjir seakan tak terkendali menggenangi desa-desa itu. Karena merupakan daerah aliran sungai (DAS) terlepas ada banjir atau tidak, wilayah itu selalu digenangi banjir.
Menurut mantan Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka ini, desa lain seperti Motahun dan Besikama perlu juga dibangun saluran pembagi air supaya tak menimbulkan genangan banjir.
Di depan kantor Camat Malaka Barat dan di area pusat Paroki Santo Yohanes Baptista Besikama saat ini terjadi genangan yang sungguh mengganggu aktivitas warga.
Yang menjadi soal adalah pembangunan atau perbaikan tanggul itu menjadi kewenangan Balai Sungai Provinsi NTT sehingga butuh waktu yang lama untuk penanganan.
Karena itu Camat Remi mengatakan perlu ada dana tanggap darurat dari Pemda Malaka agar persoalan-persoalan di lapangan segera ditangani.
Minimal kata dia, untuk penanganan emergency. Jika menunggu dari Balai Sungai maka penanganan hal yang urgen bisa terlambat dan warga akan menjadi korban.
Baca juga: Kelompok Petani Milenial dari Desa Rainawe Malaka Hadirkan Produk Pana Koen
Selama ini Camat Remi mengatakan, belum ada intervensi anggaran dari Pemda Malaka.
"Semoga pada masa kepemimpinan Pak Dokter Stef Bria Seran (bupati terpilih) ada penyertaan dana untuk penanggulangan banjir," katanya. Camat Remi menyebut di masa kepemimpinan periode pertama, Bupati Stef sangat memerhatikan DAS Benenain. Bahkan bupati yang satu ini berkantor di sekitar DAS untuk memantau langsung perbaikan talang air atau mengalihkan banjir jika volumenya sangat tinggi.
Camat yang enerjik ini mengatakan, selama ini ia cuma menghimbau warga untuk selalu waspada jika terjadi hujan lebat. Bahkan jika di wilayah itu cuaca cerah, warga juga diingatkan untuk berhati-hati jika sesekali terjadi hujan di gunung yang kemudian terjadi banjir kiriman ke dataran itu.
Beberapa desa yang rawan banjir, kata Camat Remi, antara lain Oanmare, Fafoe, Motaulun, Lasaen, Sikun, Motaain dan Rabasa. (pol)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Remigius-Bria-Seran.jpg)