Manggarai Barat Terkini

Ombak disertai Hujan dan Angin Kencang Hancurkan Kapal Wisata di Labuan Bajo NTT, Ini Kronologinya

Ombak disertai hujan dan angin kencang hancurkan sebuah Kapal Wisata di Labuan Bajo NTT, berikut kronologinya

Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Adiana Ahmad
TRIBUN-FLORES.COM/HO-warga
Kondisi Kapal Wisata di Labuan Bajo, Presley Jalasen yang hancur diterjang ombak dan angin kencangJumat (31/01/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Ombak besar diserta hujan da angin ecang berkecepatan 20-30 knot menghancurkan sebuah Kapal wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat NTT,Jumat (31/1/2025).

Kapal Wisata bernama Presley Jalasen hanyut dan menghantam tanggul di Kampung Ujung, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Jumat (31/01/2025). Insiden ini mengakibatkan kapal kayu tersebut hancur berkeping-keping.

Kepala KSOP Kelas II Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto mengatakan kejadian itu terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 03.00 Wita.

"Ombak besar disertai hujan dan angin kencang 20-30 knot, mengakibatkan tali moring bagian haluan kapal putus sehingga kapal hanyut dan terhempas ke pinggir pantai dan benturan dengan tanggul," jelas Stephanus.

Baca juga: Pemprov NTT Minta Warga Waspada Cuaca Ekstrem, Pemda Lakukan Mitigasi

Menurut Stephanus, kapal tersebut sudah tidak beroperasi sejak 2024, karena rusak mesin. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. 2 orang anak buah kapal (ABK) yang menjaga kapal tersebut selamat.

Pihaknya bersama personel Sat Polairud Polres Manggarai Barat telah turun ke lokasi untuk mengamankan kerangka kapal, dan mengangkat serpihan agar tidak menggangu alur pelayaran.

"Badan kapal sudah diikat agar tidak hanyut," kata Stephanus.

Sebelumnya Stasiun Meteorologi Komodo, Manggarai Barat, mengimbau masyarakat hingga pelaku pariwisata di daerah itu untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi hingga awal Februari 2025.

Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Seran mengingatkan para nelayan, pelaku wisata, dan pengguna transportasi laut di perairan Manggarai Barat untuk berhati-hati terutama saat hujan dan angin kencang yang dapat meningkatkan tinggi gelombang dan arus permukaan secara signifikan.

BMKG memprediksi cuaca ekstrem berupa hujan ringan hingga lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di 12 kecamatan yang ada di Manggarai Barat.

Baca juga: Dua Unit Rumah di Kelurahan Oebufu Rusak Akibat Cuaca Buruk

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrem tersebut, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, serta rusaknya bangunan dan fasilitas umum lainnya.(*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved