Alor Terkini
Pemuda di Alor Dikeroyok Hingga Tewas, Polisi Amankan Sembilan Terduga Pelaku
Saat itu saksi melihat terduga pelaku GK tidak mengenakan baju, kemudian Janu dan Isak mengatakan kepada terduga pelaku GK “turun ko pake baju”.
Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Satuan Reskrim Polres Alor mengamankan 9 orang terduga pelaku pengeroyokan, yang mengakibatkan Agustinus Ratu (18) tewas berlumuran darah usai dikeroyok.
Kasat Reskrim Polres Alor IPTU Anselmus Lema, S.H., menyampaikan Kasus pengeroyokan ini dilaporkan ke pihak kepolisian dengan nomor LP/B/25/1/2025/SPKT/Polres Alor/Polda NTT, tanggal 22 Januari 2025.
Usai mendapat laporan tersebut pihak kepolisian bergerak cepat mengidentifikasi terduga pelaku. Kurang dari 24 jam, para terduga pelaku berhasil diamankan dan di bawa ke Mapolres Alor untuk diperiksa.
Ansel menyampaikan kesembilan pelaku tersebut berinisial GK, ML, YK, BM, FF, RM, NM, DM, dan MP.
Disampaikan Ansel, menurut keterangan salah seorang saksi, Ardi Elimelek Sia, kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WITA, ketika saksi, dan korban bersama dua temannya, Isak Prabila dan Janu, sedang duduk dan meminum minuman keras (miras) di Desa Petleng, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor.
Baca juga: Melki Laka Lena Ajak Keluarga Alor Bangun NTT
Saat itu saksi melihat terduga pelaku GK tidak mengenakan baju, kemudian Janu dan Isak mengatakan kepada terduga pelaku GK “turun ko pake baju”.
Merespon panggilan tersebut GK menjawab "Saya turun baru saya dengan kaka dorang naik.".
Sekitar 20 menit setelah itu, GK bersama 8 terduga pelaku lain datang, dan langsung mengejar saksi dan teman-temannya. Namun saksi berhasil lari dan pulang ke rumahnya.
Setelah beberapa saat, saksi kembali ke tempat kejadian dan menyaksikan korban Agustinus Ratu terluka parah dan berlumuran darah.
“Korban segera dibawa ke RSUD Kalabahi oleh warga sekitar, namun tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. Menurut hasil diagnosa pihak RSUD Kalabahi, korban diduga meninggal dunia akibat cedera berat pada kepala. Jenazah korban kemudian dibawa kembali ke rumah duka di Desa Peteleng,” ujarnya Senin, (27/1/2025).
Ansel menegaskan Polres Alor akan terus bekerja keras untuk memastikan tidak ada ruang bagi para pelaku kejahatan di wilayah hukum Polres Alor.
“Penegakan hukum akan terus dilakukan dengan profesional dan transparan, penanganan yang cepat ini juga diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat untuk terus bekerja sama dengan Kepolisian, dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Partisipasi aktif dari warga sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari tindak kejahatan,” imbuhnya. (cr19)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/korban-aniaya-di-Alor.jpg)