Bulu Tangkis

Terima Kasih The Daddies

Usai sudah pemberian diri Ahsan/Hendra sehabis-habisnya untuk kejayaan bulu tangkis Indonesia sejak usia belia.

|
Editor: Dion DB Putra
KOMPAS.COM/AHMAD ZILKY
Mohammad Ahsan bersama Hendra Setiawan mengelilingi Istora Senayan untuk terakhir kali sebagai pemain dalam acara perpisahan bertajuk Tribute to the Daddies, Minggu (26/1/2025). Ahsan/Hendra pensiun dari dunia bulu tangkis. 

Ahsan/Hendra bertahan lama di panggung kompetitif berkat disiplin diri yang luar biasa. Mereka piawai menjaga kebugaran fisik. Pun konsisten merajut porsi latihan teratur dan terukur. 

Mereka menjadi idola pasangan ganda putra usia muda. Kematangan dan kedewasaan Ahsan/Hendra baik di dalam maupun di luar lapangan bulu tangkis mengagumkan.

Selama belasan tahun mereka kompak luar biasa. Mereka berjaya berkat kecerdikan Hendra Setiawan mengatur pola permainan di depan net dan gebukan keras Ahsan di belakang. Keduanya selalu  bertukar peran dengan apik.

Mengutip warta Kompas, saat menjuarai All England 2019, Ahsan sukses menutup gerakan Hendra yang terbatas karena cedera betis kanan sejak semifinal. Hendra bahkan berjalan pincang. 

Selain harus melakukan jump smash beruntun, Ahsan  menutup lapangan ketika Hendra kesulitan bergerak untuk menjangkau kok.

Gelar All England tahun 2019 didapat ketika Hendra berusia 34 tahun dan Ahsan 31, usia yang tak lagi muda bagi atlet bulu tangkis. 

Saat menjuarai All England 2014, mereka memecah kebuntuan ganda putra Indonesia yang melahirkan juara pada turnamen bulu tangkis paling prestisius itu. 

Sejak Christian Hadinata/Ade Chandra juara pada 1972, para juara dari generasi berikutnya lahir, seperti Rudy Heryanto/Hariamanto Kartono, Gunawan/Eddy Hartono, dan Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky. Namun, momen itu berhenti cukup lama setelah Candra Wijaya/Sigit Budiarto juara tahun 2003.

Hendra/Ahsan menjuarai dua ajang besar lain pada 2019, yaitu Kejuaraan Dunia dan Final BWF World Tour. 

Tiga gelar dari 11 final menjadikan 2019 sebagai periode terbaik mereka, bahkan lebih baik dibandingkan tahun 2013.

Pensiunnya Ahsan/Hendra meninggalkan kesan mendalam bagi para pemain dan pelatih bulu tangkis dari berbagai negara. Mereka berdua telah menjadi legenda hidup yang akan terus dikenang.

Komentator bulu tangkis ternama, Gillian Clark atau lebih dikenal dengan sapaan Oma Gill sangat tepat melukiskan sosok Ahsan/Hendra.

"Sangat sulit melukiskan dengan kata-kata kualitas yang dipertontonkan The Daddies baik teknis maupun taktis," tutur Oma Gill lewat video yang ditayangkan langsung kepada publik Istora Jakarta, kemarin. 

"Mereka brilian sebagai pasangan tetapi mereka juga sangat menyenangkan untuk ditonton. Terima kasih karena telah menunjukkan kepada dunia, seni dan keindahan cabang ganda putra. Selamat pensiun," kata Oma Gill.

Terima kasih The Daddies! Sampai jumpa di lapangan bulu tangkis mungkin dalam peran yang berbeda. (dion db putra)

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved