Prakiraan Cuaca
Peringatan Dini BMKG: Waspada Banjir dan Longsor Akibat Hujan Ekstrem Saat Libur Isra Miraj-Imlek
Peringatan Dini BMKG: Waspada Banjir dan Longsor Akibat Hujan Ekstrem Saat Libur Isra Miraj-Imlek
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM - Peringatan Dini BMKG atau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, waspada Banjir dan longsor akibat hujan ekstrem saat Libur Isra Miraj-Imlek tahun 2025.
BMKG menyebut ada potensi hujan lebat hingga hujan ekstrem disertai petir yang harus diwaspadai masyarakat saat Libur Isra Miraj-Imlek.
Hujan eksterem ini memicu terjadinya Bencana Hidrometeorologi seperti Banjir dan longsor.
"Berhati-hati terhadap jalanan licin yang berpotensi membahayakan keselamatan. Siap siaga menghadapi potensi Bencana Hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, yang dapat terjadi kapan saja," demikian peringatan BMKG, dikutip dari situs resmi, Jumat (24/1/2025).
Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca.
Baca juga: 7 Titik Jalan Sabuk Merah Kabupaten TTU Terancam Longsor,Ini Tanggapan Anggota DPRD Rizal Anderias
"Tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem, serta pahami langkah evakuasi jika diperlukan. Informasi ini akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan cuaca terbaru," tulis BMKG.
BMKG mencatat, dalam sepekan terakhir, hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Kondisi ini diprediksi bisa berlanjut, khususnya di wilayah Indonesia bagian Selatan.
Menurut BMKG, kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
"Pada periode libur Isra Mikraj dan Imlek, curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi, dengan peningkatan signifikan yang perlu diwaspadai," tulis BMKG.
Penyebab Peningkatan Curah Hujan
BMKG menjelaskan, pemicunya adalah kombinasi kondisi atmosfer yang aktif, yaitu:
- angin Monsun Asia yang membawa massa udara lembab yang tinggi
- fenomena La Nina lemah yang meningkatkan potensi curah hujan di daerah tropis
- gelombang Madden Julian Oscillation (MJO) yang saat ini aktif di wilayah Indonesiabagian barat
- gelombang ekuator lainnya seperti Rossby dan Kelvin yang mendorong pembentukan awan konvektif
Baca juga: Cuaca Ekstrem, Kapolres Manggarai Timur AKBP Suryanto Imbau Orang Tua Awasi Anak-Anak
- tingginya awan konvektif terbentuk di wilayah Indonesia, terindikasi dari nilai prediksi OLR (Outgoing Longwave Radiation) yang negatif di sebagian besar wilayah yang diprediksi akan berkontribusi pada peningkatan intensitas hujan.
- pola siklonik yang terdeteksi di wilayah Selat Karimata, Samudra Hindia Barat DayaLampung, Laut Arafuru, Laut Halmahera, dan Samudra Hindia Selatan Jawa juga turut menyebabkan peningkatan potensi hujan di wilayah-wilayah tersebut. Pola siklonik ini memicu konvergensi angin dan memperkuat proses pembentukan awan hujan dari perairan, sehingga meningkatkan intensitas hujan di area sekitarnya.
"Sepekan ke depan, BMKG mengidentifikasi kombinasi fenomena angin Monsun Asia, MJO, La Nina lemah, Gelombang Rossby, Gelombang Kelvin, serta sirkulasi siklonik yang memengaruhi pola hujan dan cuaca ekstrem di Indonesia. Dengan dinamika atmosfer yang kompleks, masyarakat diimbau terus mengikuti informasi cuaca terkini dan mempersiapkan diri terhadap potensi dampaknya," tulis BMKG.
"Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya Bencana Hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang," sebut BMKG.
Peringatan Dini BMKG Cuaca Sepekan ke Depan
Prediksi Cuaca Tanggal 24-26 Januari 2025
Secara umum, cuaca diprediksi akan berawan-hujan ringan.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, berpotensi terjadi di wilayah berikut:
Hujan Sedang - Lebat
Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, KalimantanTimur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan
Hujan Lebat - Sangat Lebat
Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, JawaTimur, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Papua Pegunungan dan Papua Selatan
Potensi Angin Kencang
Bengkulu dan Kep. Riau.
Prediksi Cuaca Tanggal 25-30 Januari 2025
Secara umum kondisi cuaca periode ini akan hujan ringan.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, berpotensi terjadi di:
Hujan Sedang - Lebat
Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, KalimantanTimur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan
Hujan Lebat - Sangat Lebat
Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara. dan Sulawesi Barat
Hujan Sangat Lebat - Ekstrem
Lampung dan Jawa Tengah
Potensi Angin Kencang
Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat.(*)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Jembatan-Builalu-di-Desa-Makir-Kecamatan-Lamaknen.jpg)