Ende Terkini
Pohon Apel dan Sayuran di Kelimutu Ende Kering, Diduga Terkena Bakteri Akibat Hembusan Belerang
Untuk langkah strategis yang bakal dilakukan, Gadir Dean mengatakan menunggu hasil identifikasi tim pengamat penelitian hama dan penyakit tanaman.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE - Sebuah fenomena langkah terjadi pada tanaman di sekitar kawasan Taman Nasional Kelimutu yang layu meski saat ini sedang terjadi musim hujan.
Informasi yang diperoleh dari Ramlan, salah satu warga Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, puluhan pohon apel yang terletak di kebun apel milik warga mengalami kekeringan.
Selain pohon apel, kekeringan juga melanda beberapa tanaman pertanian lainnya seperti kentang, wortel, bawang daun, tanaman labu dan beberapa tanaman lainnya.
"Peristiwa keringnya pohon apel di sekitaran kawasan Danau Kelimutu pada lahan pertanian kebun apel milik warga Desa Pemo juga merambat pada hasil pertanian lainnya seperti kentang, wortel, bawang daun, dll. Kejadian ini terjadi beberapa hari terakhir ini, para petani di sekitaran lahan yang ada ini belum tahu penyebab dari kering dan layunya tanaman pertanian ini. Dampaknya juga sampai tanaman sayur labu, daunnya kuning dan layu," ungkap Ramlan, Senin (20/1/2025 )malam melalui pesan WhatsApp.
Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu, Budi Mulyanto yang dikonfirmasi, Selasa (21/1/2025) mengatakan tidak mengetahui penyebab pasti fenomena tersebut.
Baca juga: BREAKING NEWS: Tarif Masuk ke Danau Kelimutu Naik, Pengambilan Foto Prewedding Dikenakan Biaya
"Kalau terkait hal ini kami tidak tahu penyebab pastinya, kemungkinan faktor alam atau faktor cuaca, mungkin lebih jelasnya bisa di tanyakan ke dinas terkait, seperti dinas pertanian atau perkebunan," ujar dia.
Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Ibrahim Gadir Dean yang dikonfirmasi terpisah awalnya mengaku kaget menerima informasi fenomena tersebut karena saat ini sedang musim hujan.
Namun, dia mengatakan telah memerintahkan tim pengamat penelitian hama dan penyakit tanaman untuk melakukan penelitian.
Untuk sementara, Gadir Dean menduga kekeringan pada tanaman pertanian di kawasan Taman Nasional Kelimutu itu layu bakteri yang disebabkan oleh kelebihan hujan.
Dugaan lain, penyebab terjadinya kekeringan tanaman tersebut disebabkan oleh awan yang mengandung belerang dari Gunung Kelimutu yang jaraknya sangat dekat dengan lahan pertanian warga setempat.
"Untuk dugaan sementara, itu penyebabnya, jadi untuk lebih jelasnya, saya sudah perintahkan tim ahlinya dan besok mereka melakukan identifikasi untuk memastikan penyebab pastinya," jelas Gadir Dean.
Untuk langkah strategis yang bakal dilakukan, Gadir Dean mengatakan menunggu hasil identifikasi tim pengamat penelitian hama dan penyakit tanaman.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti luas lahan pertanian, jumlah dan jenis tanaman apa saja yang mengalami kekeringan. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Tanaman-di-Kelimutu-kering.jpg)