TTU Terkini
Lima Unit Rumah Warga Desa Kiuola, Kabupaten Timor Tengah Utara Terancam Longsor
Tanah longsor terjadi di sepanjang Bantaran Kali Noemuti yang melintasi Desa tersebut. Panjang titik longsor mencapai 300 meter.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Sebanyak 5 unit rumah milik Warga RT, 001 dan RT, 002, Dusun 1, Desa Kiuola, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur terancam longsor.
Rumah warga yang terancam longsor tersebut terletak tepat di Bantaran Kali Noemuti. Sebanyak 5 kepala keluarga yang terdampak bencana tanah longsor tersebut.
Saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Senin (20/1/2025), Kepala Desa Kiuola, Primus Rusae mengatakan, dampak longsor ini telah mengancam rumah warga beberapa tahun terakhir.
Tanah longsor terjadi di sepanjang Bantaran Kali Noemuti yang melintasi Desa tersebut. Panjang titik longsor mencapai 300 meter.
Selain rumah warga, dampak tanah longsor ini juga mengancam fasilitas umum. Pasalnya, tersisa 1 meter sampai 5 meter longsor tersebut bakal mencapai badan jalan umum.
Baca juga: Petani Milenial di Kecamatan Noemuti dan Noemuti Timur Deklarasi Dukung Melki Laka Lena Maju Pilgub
"Dan kemungkinan besar tiang listrik yang ada di sekitar lokasi ini juga bisa tumbang. Lebar longsor ini bervariasi ada yang 1 meter, 2 meter sampai 5 meter,"ucapnya.
Dikatakan Primus, sebanyak 2 kepala keluarga yang diwajibkan pindah lokasi penginapan karena kondisi longsor yang menimpa rumah mereka sangat parah. Lantai dan bangunan dapur dua KK tersebut sudah mengalami retak.
Kondisi dinding dan lantai bangunan dapur yang retak tersebut kian hari makin membesar. Mereka bermukim tepat di bantaran kali ini.
Warga, kata Primus, berniat untuk pindah dari lokasi tersebut. Namun, kondisi keuangan untuk membangun kembali rumah baru belum memungkinkan.
"Untuk sementara, mereka belum (pindah rumah). Karena proses pindah rumah ini pasti butuh anggaran dan segalanya,"ungkap Primus.
Pemerintah Desa Kiuola selalu mengimbau masyarakat yang bermukim di bantaran kali untuk waspada terhadap kondisi intensitas hujan yang meningkat akhir-akhir ini.
Dampak tanah longsor ini, telah dilaporkan pemerintah desa kepada Bupati TTU dengan tembusan BPBD Kabupaten TTU. Laporan ini disampaikan dengan harapan pemerintah daerah bisa membantu mengatasi persoalan yang dialami masyarakat.
"Hemat kita, mereka bisa bertahan di situ kecuali dibangun bronjong di sepanjang bantaran kali yang melintas di Desa Kiuola,"pungkasnya. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.