ASEAN Ministerial Meeting

Menlu Timor Leste Hadiri AMM di Malaysia

Malaysia berkomitmen untuk memperkuat Komunitas ASEAN melalui tiga pilar utama, yakni pilar politik-keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya.

Editor: Ryan Nong
KOMPAS.COM
Bendera Timor Leste dan logo ASEAN 

POS-KUPANG.COM, KEDAH  -  Menlu Timor Leste Bendito dos Santos Freitas menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting/AMM) serta pertemuan bilateral yang berlangsung di  Pulau Langkawi, Kedah, Malaysia.

Menlu dos Santos Freitas tiba pada Sabtu siang, bersamaan dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menlu Vietnam Bui Thanh Son dan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan.

Sementara itu Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Menlu II Brunei Darussalam Erywan Pehin Yusof, Menlu Laos Thongsavanh Phomvihane, dan Menlu Thailand Maris Sangiampongsa menjadi delegasi pertama yang tiba sejak Jumat (17/1).

Menurut Kementerian Luar Negeri Malaysia, beberapa Menlu ASEAN yang telah tiba, melakukan pertemuan dengan Menlu Malaysia untuk membahas penguatan hubungan ASEAN dan kerja sama bilateral.

Menlu RI Sugiono juga dijadwalkan menghadiri AMM di Langkawi, pertemuan resmi pertama tingkat menteri dalam kalender tahunan ASEAN di bawah Keketuaan ASEAN-Malaysia 2025.

Pertemuan AMM yang berlangsung pada Minggu (19/1) akan melibatkan pejabat senior negara anggota ASEAN, Sekretaris Jenderal ASEAN, perwakilan dari Myanmar, serta Menlu dan Kerja Sama Timor Leste yang diundang sebagai pengamat ASEAN.

Dalam perteuan itu, Malaysia akan memperkenalkan bidang-bidang prioritas dan keberhasilan yang menjadi fokus selama masa Keketuaannya, sejalan dengan tema “Inklusivitas dan Keberlanjutan”.

Malaysia berkomitmen untuk memperkuat Komunitas ASEAN melalui tiga pilar utama, yakni pilar politik-keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya.

Pendekatan tersebut bertujuan memastikan ASEAN yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga dapat memperkuat perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran regional.

Pertemuan AMM kali ini juga akan membahas arah strategis ASEAN, termasuk langkah-langkah untuk memperkuat pengembangan Komunitas ASEAN dan hubungan eksternal.

Agenda lainnya yang juga akan dibahas pada Minggu (19/1) meliputi tindak lanjut keputusan yang diambil dalam KTT ASEAN ke-44 dan ke-45 serta KTT terkait lainnya di Vientiane, Laos, pada Oktober 2024.

Para Menlu ASEAN juga akan bertukar pandangan terkait perkembangan isu-isu regional dan internasional, seperti krisis di Myanmar, ketegangan geopolitik, dan tantangan lain yang memengaruhi perdamaian serta stabilitas kawasan.

Setidaknya 200 delegasi dari negara-negara ASEAN dan Timor Leste menghadiri Pertemuan Pejabat Senior (Senior Officials Meeting/SOM) dan AMM yang berlangsung pada 18-19 Januari 2025 di Langkawi.

ASEAN merupakan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara yang dibentuk pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Negara-negara pendiri ASEAN adalah Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, dan Singapura.

ASEAN beranggotakan 10 negara yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Kamboja, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Brunei Darrusalam.

Timor Leste secara prinsip sudah diterima sebagai anggota ke-11 ASEAN pada November 2022, namun proses aksesi menuju anggota penuhnya hingga kini masih terus berlangsung. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved