Selasa, 2 Juni 2026

Kepausan

Paus Fransiskus Jatuh di Vatikan dan Mengalami Cedera Lengan

Pernyataan itu menambahkan, lengan Paus Fransiskus dibatasi gerakannya sebagai tindakan pencegahan. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dion DB Putra
VATICAN MEDIA
Paus Fransiskus, dengan lengan kanan disangga selempang kain dan tidak bisa bergerak karena terjatuh pada Kamis (16/1/2025) pagi, menerima Alvaro Lario, Presiden International Fund of Agricultural Development atau IFAD (Dana Internasional Pembangunan Pertanian) PBB di Vatikan pada hari yang sama. 

POS-KUPANG.COM, VATIKAN - Paus Fransiskus jatuh di Vatikan sehingga lengan kanannya cedera. Walau demikian pemimpin umat Katolik sedunia itu tidak mengalami patah tulang. 

Kantor pers Vatikan menyatakan, Paus Fransiskus jatuh pada Kamis (16/1/2025) pagi waktu setempat di Casa Santa Marta, kediaman Sri Paus. 

Pemimpin Gereja Katolik asal Argentina yang berusia 88 tahun itu menderita memar di lengan kanannya.

Pernyataan itu menambahkan, lengan Paus Fransiskus dibatasi gerakannya sebagai tindakan pencegahan. 

Foto-foto resmi yang dibagikan Vatikan menunjukkan, Paus Fransiskus yang berkunjung ke Indonesia September 2024,  mengenakan penyangga lengan dari kain.

Menurut Vatikan, walau sempat terjatuh, Paus Fransiskus tetap mengadakan lima pertemuan pada hari Kamis 16 Januari 2025, termasuk dengan Alvaro Lario, Presiden International Fund of Agricultural Development. 

Paus Fransiskus pada hari itu juga bertemu dengan para imam dari sebuah perguruan tinggi Argentina yang berbasis di Roma. 

Pada Rabu 15 Januari lalu, Paus memimpin audiensi umum di Vatikan dan tampak bersemangat. 

Dia bahkan melempar bola tenis ke seekor anjing saat pertunjukan sirkus. 

Paus telah menderita sejumlah masalah kesehatan dalam beberapa tahun terakhir dan kejadian pada Kamis 16 Januari 2025  merupakan peristiwa jatuh yang kedua dalam hitungan minggu. 

Pada awal Desember 2024 lalu, dia muncul dengan memar besar di dagunya setelah terjatuh dan terbentur meja di samping tempat tidurnya pada malam hari. 

Spekulasi mengenai kesehatan Paus Fransiskus selalu menjadi topik hangat di kalangan Vatikan, terutama setelah Paus Benediktus XVI mematahkan tradisi selama 600 tahun dengan mengundurkan diri dari jabatan pada tahun 2013. 

Para pembantu Benediktus mengaitkan keputusan itu dengan sebuah peristiwa jatuh di malam hari yang dialaminya selama kunjungan ke Meksiko tahun 2012. 

Peristiwa itu membuatnya menyadari bahwa dia tidak mampu lagi memenuhi tuntutan perjalanan internasional dari jabatan kepausan. 

Sesuai Rencana Fransiskus telah menyatakan bahwa dia tidak berniat untuk mengundurkan diri dalam waktu dekat, meskipun Benediktus “telah membuka pintu” untuk kemungkinan itu. 

Dalam autobiografinya yang belum lama ini diterbitkan, berjudul Hope, Paus Fransiskus mengatakan bahwa dirinya berada dalam kondisi kesehatan yang baik dan menolak untuk mengundurkan diri dari jabatannya. 

Namun dia mengatakan, “Kenyataannya sangat sederhana, saya sudah tua.” Sejak tahun 2022, Paus menggunakan kursi roda karena gangguan mobilitas akibat rasa nyeri di lututnya. 

Tentang penggunaan kursi roda dia mengatakan, “pada awalnya memalukan harus menggunakan kursi roda, namun usia tua tidak datang begitu saja, dan hal itu harus diterima apa adanya.” 

Dia menambahkan, “Gereja diatur dengan menggunakan kepala dan hati, bukan kaki. Saya melakukan fisioterapi dua kali seminggu, saya menggunakan tongkat, melakukan langkah sebanyak yang saya bisa, dan saya terus melakukannya.” 

Paus Fransiskus akan tampil di acara bincang-bincang Italia Che Tempo Che Fa pada hari Minggu 19 Januari mendatang pukul 07.30 (waktu Eropa Tengah) atau pukul 06.30 GMT di Nove, saluran milik Warner Bros, Discovery, perusahaan induk CNN. 

Sumber: Kompas.com

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved