Berita Internasional
Karier Gemilang Yoon Suk Yeol Berujung Skandal Pribadi dan Penangkapan
Presiden Yoon telah dirundung skandal pribadi, oposisi yang keras kepala, dan keretakan dalam partainya sendiri.
POS-KUPANG.COM, SEOUL - Karier gemilang Yoon Suk Yeol berujung pahit. Dia dimakzulkan dari jabatan Presiden Korea Selatan lalu ditangkap secara paksa.
Yoon Suk Yeol pun menjadi Presiden pertama Korea Selatan yang ditangkap ketika masih menjabat.
Petualangan politik Yoon Suk Yeol berakhir pada Rabu (15/1/2025) ketika para penyidik dari Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO) Korea Selatan menangkapnya di kediaman pribadi di Seoul.
Penangkapan merupakan upaya kedua tim penyidik CIO untuk menahan Presiden Yoon agar bisa diinterogasi terkait pemberlakuan darurat militer pada 3-4 Desember 2024.
Presiden Yoon telah dirundung skandal pribadi, oposisi yang keras kepala, dan keretakan dalam partainya sendiri.

Bahaya hukumnya sangat kontras dengan kariernya yang gemilang sebelum terjun ke dunia politik sebagai jaksa agung, yang membuatnya dikenal publik dan memicu banyak dukungan yang membawanya pada kemenangan dalam pemilihan presiden 2022.
Pada saat Yoon memberlakukan darurat militer pada 3 Desember 2024 dalam sebuah langkah yang mengejutkan warga Korea Selatan, ia telah terluka parah secara politik.
Ia diskors dari tugasnya setelah dimakzulkan oleh parlemen pada 14 Desember karena upayanya memberlakukan darurat militer.
Nasib politik Yoon berada di tangan Mahkamah Konstitusi karena risiko hukumnya meningkat.
Ia menghadapi banyak penyelidikan kriminal atas pemberontakan, satu-satunya tuduhan yang tidak kebal terhadap presiden Korea Selatan termasuk satu yang dipimpin oleh Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO).
Presiden Yoon telah menggunakan penolakannya terkait surat perintah penangkapan ilegal CIO untuk menggalang pendukung dalam menghadapi masalah hukum dan politik yang semakin membesar.
Terisolasi di kediamannya yang dibentengi di pusat kota Seoul, Yoon dan Dinas Keamanan Presidennya memainkan permainan kartu berisiko tinggi.
Pihak berwenang yang mencoba menangkapnya selama dua minggu untuk diinterogasi, Yoon menolaknya.
Sampailah Rabu 15 Januari 2024, Presiden Yoon ditangkap dan ia mengatakan tidak mengakui proses ilegal tersebut, tetapi ia tetap tunduk untuk menghindari pertumpahan darah.
Yoon sebelumnya bersumpah untuk berjuang sampai akhir dan meminta para pengikutnya untuk membantunya menyelamatkan negara dari kekuatan anti-negara.
Kisah Menarik dari Jepang yang Mulai Kewalahan karena Populasi Turun Drastis |
![]() |
---|
Hyundai Engineering Minta Maaf Atas Musibah Ambruknya Jembatan yang Tewaskan 4 Orang |
![]() |
---|
Bandara Turkiye Ditutup Selama 1 Jam Gara-gara Penampakan Benda Langit Diduga UFO |
![]() |
---|
Bus Masuk Jurang di Bolivia Menelan Korban Jiwa 30 Orang |
![]() |
---|
Istri Bung Karno, Ratna Sari Dewi Melepas Status WNI Demi Jadi Caleg Jepang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.