Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 12 Januari 2025, Kuasa Allah
Bahwa berkat permandian dan berkat pembaruan yang dikerjakan oleh Roh Kudus kita diselamatkan oleh Allah.
Oleh : RP Markus Tulu
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Minggu 12 Januari 2025, Kuasa Allah
Yes. 40:1-5.9-11; Tit. 2:11-14; 3:4-7; Luk. 3:15-16.21-22.
Selamat Hari Minggu Pesta Pembaptisan Tuhan Bagi Kita Semua. Pembaptisan Tuhan sebenarnya peristiwa maha suci dan penuh kuasa. Karena pada peristiwa inilah kuasa Allah dinyatakan ke tengah dunia dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama. Di sini terletak iman dan pengharapan yang teguh dari kita.
Bahwa Dia, yang adalah Yesus Tuhan datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Dia berkuasa. Pembaptisan Yesus mempunyai tujuan yakni hendak memaklumkan keilahian-Nya.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 11 Januari 2025, “Aku Harus Semakin Kecil”
Yesus adalah sosok yang penuh kuasa. Karena Ia akan datang membaptis dengan api dan Roh Kudus. Dan menyangkut hal ini diteguhkan oleh Bapa di Surga yakni, "Bahwa Yesus adalah Putra-Nya terkasih. Dan pada-Nyalah Bapa berkenan." Karena itu penting bagi kita di sini bahwa kita harus percaya dengan iman yang teguh.
Bahwa di mana Allah mau mengosongkan diri. Dan hal ini terungkap dalam peristiwa inkarnasi: Allah yang tinggi dan penuh kuasa telah rela turun dan menjadi manusia lemah, dilahirkan di Betlehem, dibaringkan di dalam palungan dan dibungkus dengan lampin."
Hal inilah yang mesti mengingatkan kita akan permandian kita yakni bermakna pertobatan. Karena itu hidup mawas diri dan usaha-usaha pembaruan hidup menjadi tuntutan bagi setiap kita. Bahwa berkat permandian dan berkat pembaruan yang dikerjakan oleh Roh Kudus kita diselamatkan oleh Allah.
Penegasan di sini penting bahwa kita diselamatkan bukan karena perbuatan-perbuatan baik yang kita kerjakan. Tapi semata oleh kasih karunia Allah. Karena itu hidup jujur dan rendah hati seperti Yohanes Pembaptis juga penting untuk kita teladani.
Karena Yohanes meskipun dia juga membaptis tapi dia mengakui Yesus sebagai yang lebih berkuasa dan membuka tali kasut-Nya pun dia merasa tidak layak.
Di sinilah juga terletak pesan hidup beriman kita. Yakni mewartakan Yesus dan bukan mewartakan diri pribadi. Lalu menunjukkan Yesus dan bukan membusung dada dan menonjolkan diri.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/markus-tulu-svd-rp_05.jpg)