Kamis, 9 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 12 Januari 2025, Kuasa Allah 

Bahwa berkat permandian dan berkat pembaruan yang dikerjakan oleh Roh Kudus kita diselamatkan oleh Allah.

Editor: Rosalina Woso
Dok. POS-KUPANG.COM
RP. Markus Tulu SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik Minggu (12/1/2025), Kuasa Allah  

Oleh : RP Markus Tulu

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Minggu 12 Januari 2025, Kuasa Allah 

Yes. 40:1-5.9-11; Tit. 2:11-14; 3:4-7; Luk. 3:15-16.21-22.

Selamat Hari Minggu Pesta Pembaptisan Tuhan Bagi Kita Semua. Pembaptisan Tuhan sebenarnya peristiwa maha suci dan penuh kuasa. Karena pada peristiwa inilah  kuasa Allah dinyatakan ke tengah dunia dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama. Di sini terletak iman dan pengharapan yang teguh dari kita.

Bahwa Dia, yang adalah Yesus Tuhan datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Dia berkuasa. Pembaptisan Yesus mempunyai tujuan yakni hendak memaklumkan keilahian-Nya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 11 Januari 2025, “Aku Harus Semakin Kecil”

Yesus adalah sosok yang penuh kuasa. Karena Ia akan datang membaptis dengan api dan Roh Kudus. Dan menyangkut hal ini diteguhkan oleh Bapa di Surga yakni, "Bahwa Yesus adalah Putra-Nya terkasih. Dan pada-Nyalah Bapa berkenan." Karena itu penting bagi kita di sini bahwa kita harus percaya dengan iman yang teguh.

Bahwa di mana Allah mau mengosongkan diri. Dan hal ini terungkap dalam peristiwa inkarnasi: Allah yang tinggi dan penuh kuasa telah rela turun dan menjadi manusia lemah, dilahirkan di Betlehem, dibaringkan di dalam palungan dan dibungkus dengan lampin." 

Hal inilah yang mesti mengingatkan kita akan permandian kita yakni bermakna pertobatan. Karena itu hidup mawas diri dan usaha-usaha pembaruan hidup menjadi tuntutan bagi setiap kita. Bahwa berkat permandian dan berkat pembaruan yang dikerjakan oleh Roh Kudus kita diselamatkan oleh Allah.

Penegasan di sini penting bahwa kita diselamatkan bukan karena perbuatan-perbuatan baik yang kita kerjakan. Tapi semata oleh kasih karunia Allah. Karena itu hidup jujur dan rendah hati seperti Yohanes Pembaptis juga penting untuk kita teladani.

Karena Yohanes meskipun dia juga membaptis tapi dia mengakui Yesus sebagai yang lebih berkuasa dan membuka tali kasut-Nya pun dia merasa tidak layak.

Di sinilah juga terletak pesan hidup beriman kita. Yakni mewartakan  Yesus dan bukan mewartakan diri pribadi. Lalu menunjukkan Yesus dan bukan  membusung dada dan menonjolkan diri.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved