Kota Kupang Terkini

Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Jabir Marola: Pemkot Lalai Tangani Kasus Rabies 

Ia menyoroti minimnya sosialisasi terkait bahaya rabies dan langkah pencegahannya.

Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
zoom-inlihat foto Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Jabir Marola: Pemkot Lalai Tangani Kasus Rabies 
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Jabir Marola.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Jabir Marola, menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, khususnya Dinas Kesehatan, lalai dalam menangani kasus rabies

Hal ini disampaikan menyusul meninggalnya seorang anak berusia 4 tahun di Kelurahan Naioni, Kota Kupang, yang diduga terinfeksi rabies pada 29 Desember 2024.

"Sampai ada anak yang meninggal diduga akibat rabies, ini artinya pemerintah kota, khususnya Dinas Kesehatan, lalai terhadap kasus ini," ujarnya, Kamis 9 Januari 2025.

Menurut Jabir, Pemkot Kupang belum menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus rabies, baik dari segi alokasi anggaran maupun edukasi berkala kepada masyarakat. 

Baca juga: Vaksinasi Massal di Kelurahan Naioni, Kota Kupang Menyasar ke 110 Hewan Peliharaan Warga

Ia menyoroti minimnya sosialisasi terkait bahaya rabies dan langkah pencegahannya.

"Edukasi tentang bahaya rabies kepada masyarakat masih sangat kurang. Pemerintah harus benar-benar serius menangani persoalan ini, karena rabies sudah menjadi ancaman di masyarakat yang membutuhkan perhatian utama," tegasnya.

Jabir menambahkan bahwa anggaran khusus untuk menangani kasus rabies perlu segera ditingkatkan. 

Selain itu, ia berharap Pemkot Kupang dapat menggalakkan program-program edukasi yang efektif agar masyarakat memahami bahaya rabies, terutama akibat gigitan anjing.

Kasus meninggalnya anak berusia 4 tahun di RT/RW 014/006 Kelurahan Naioni ini menjadi sorotan tajam terhadap kinerja Pemkot Kupang dalam menghadapi wabah rabies

Jabir mendesak pemerintah untuk segera bertindak, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

"Kematian ini adalah peringatan bagi kita semua bahwa penanganan rabies tidak boleh diabaikan. Pemerintah harus mengambil langkah konkret demi melindungi masyarakat,"  pungkasnya.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved