Ende Terkini

Uskup Agung Ende Akan Launching Gerakan KUB Ramah Anak

Keuskupan Agung Ende me-launching Gerakan KUB Ramah Anak pada Minggu (5/1/2024).

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/ARNOLD WELIANTO
Uskup Agung Ende Mgr Paul Budi Kleden, SVD saat memberikan sambutan usai misa penahbisan di Gereja Katedral Ende, Kamis 22 Agustus 2024. Pada Minggu (5/1/2025), Uskup Agung Ende me-launching Gerakan KUB Ramah Anak. 

POS-KUPANG.COM, ENDE - Setelah menginisiasi Gerakan KUB Peduli Ibu Hamil di tahun 2024, kini Keuskupan Agung Ende me-launching Gerakan KUB Ramah Anak.

Launching Gerakan KUB Ramah Anak tingkat keuskupan ditandai dengan perayaan ekaristi di Paroki St. Mikhael Maukeli, Minggu (5/1/2025).

Perayaan ekaristi dipimpin oleh Uskup Agung Ende, Mgr Paulus Budi Kleden, SVD. 

Pada hari yang sama, dalam perayaan ekaristi di paroki-paroki di wilayah Keuskupan Agung Ende juga dilaksanakan launching Gerakan KUB Ramah Anak.

Demikian dijelaskan Sekretaris Keuskupan Agung Ende, RD Damianus Dionisius Nuwa dalam press release yang diterima POS-KUPANG.COM, Sabtu (4/1/2025).

Dijelaskan bahwa setelah menginisiasi Gerakan KUB Peduli Ibu Hamil pada tahun 2024, Keuskupan Agung Ende memutuskan untuk memulai Gerakan KUB Ramah Anak sebagai implementasi dari amanat Muspas VIII Keuskupan Agung Ende.

Sambil tetap meneruskan Gerakan KUB Peduli Ibu Hamil, Keuskupan Agung Ende melihat penting dan mendesaknya membangun masyarakat dan Gereja yang semakin ramah anak berbasis KUB.

Hal ini lahir dari kesadaran akan pentingnya perlindungan terhadap anak dan keprihatinan akan meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak.

Baca juga: Kemeriahan Umat Menyambut Kunjungan Apostolik Perdana Uskup Agung Ende di Kevikepan Bajawa 

Dalam kerja sama dengan berbagai pihak terkait, lanjut RD Damianus Dionisius Nuwa, gerakan ini hendak mengupayakan beberapa aksi konkret misalnya menyusun jadwal kegiatan anak yang memperhatikan berbagai aspek penting demi perkembangan holistik seorang anak, mendorong kebiasaan baik dalam keluarga supaya anak memiliki kecakapan sosial, meningkatkan partisipasi anak dalam doa dan ekaristi, menghapus berbagai tindak kekerasan fisik maupun verbal dan kekerasan seksual terhadap anak serta mendorong anak-anak untuk menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab.

"Karena kesadaran akan pentingnya KUB sebagai focus, locus dan subjek pastoral maka kesuksesan Gerakan ini mengandalkan partisipasi seluruh umat dalam KUB-KUB," katanya.

Selain itu, kerja sama dengan pemerintah, pemuka adat, lembaga pendidikan dan LSM-LSM sangat dibutuhkan. 

Gereja Keuskupan Agung Ende mengharapkan bahwa dengan ini, seluruh masyarakat dapat bergerak bersama untuk memberikan perlindungan terhadap anak-anak yang merupakan masa depan Gereja dan masyarakat.

"Anak-anak merupakan anugerah bukan saja bagi keluarga tapi juga bagi seluruh Gereja dan masyarakat. Karena itu, komitmen semua pihak bagi perkembangan anak yang sehat dan integral merupakan sebuah keharusan," ujarnya. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sekretaris Keuskupan Agung Ende, RD Damianus Dionisius Nuwa

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved