Kota Kupang Terkini
Nelayan Oesapa Minta Kolam Labu, Absalom Sine: Ini Jadi Perhatian Utama DPRD Kota Kupang
ketiadaan kolam labu sebagai salah satu faktor utama kerusakan kapal akibat gelombang besar yang melanda wilayah pesisir
Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Cuaca buruk yang melanda wilayah Kota Kupang dalam lima tahun terakhir membawa dampak besar bagi kelompok nelayan, khususnya yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Angsa Laut di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima.
Kerugian material akibat kerusakan armada kapal nelayan mencapai Rp 3 miliar, dengan total 43 unit kapal rusak.
Ketua KUB Nelayan Angsa Laut, Muhammad Mansur Dokeng, menjelaskan bahwa cuaca buruk yang terus terjadi mengakibatkan nelayan tidak bisa melaut, sehingga angka pengangguran di kalangan nelayan meningkat drastis.
“Para nelayan terpaksa menganggur dan tidak berpenghasilan selama 3 hingga 4 bulan akibat cuaca buruk,” ungkap Muhammad Mansur.
Baca juga: Tingkat Konsumsi Daging Babi Warga Kota Kupang Naik, Penjual: Sehari Bisa Potong Dua Ekor Babi
Selain itu, ia menyoroti ketiadaan kolam labu sebagai salah satu faktor utama kerusakan kapal akibat gelombang besar yang melanda wilayah pesisir.
Menurutnya, kolam labu sangat dibutuhkan untuk melindungi kapal nelayan dari dampak cuaca ekstrem.
Merespons permasalahan yang dialami nelayan, anggota DPRD Kota Kupang, Absalom Sine, SE., MM., menyatakan bahwa kerugian akibat kerusakan kapal harus didata secara menyeluruh.
Data ini, kata dia akan menjadi dasar untuk mengusulkan bantuan dari Pemerintah Kota Kupang.
"Kerugian kapal nelayan yang rusak akibat cuaca buruk itu harus didata secara menyeluruh agar pihak kami dapat membawanya ke Pemkot Kupang untuk ditindaklanjuti. Namun, tentu saja akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah," ujarnya.
Anggota DPRD Kota Kupang Dapil Kelapa Lima ini juga menegaskan bahwa sebagai wilayah pesisir, sebagian besar warga Kota Kupang berprofesi sebagai nelayan tangkap maupun tradisional.
Oleh karena itu, ia mendorong agar Pemkot Kupang memberikan perhatian khusus terhadap permasalahan nelayan.
"Permasalahan ini perlu mendapatkan intervensi dari Pemkot. Semua persoalan yang dialami oleh nelayan harus disampaikan agar dapat ditindaklanjuti dalam proses penyusunan kebijakan anggaran," tambahnya.
Terkait permintaan kolam labu oleh para nelayan, khususnya KUB Nelayan Angsa Laut, Absalom memastikan hal tersebut menjadi perhatian utama DPRD Kota Kupang.
"Permintaan kolam labu ini akan kami perjuangkan di tingkat Komisi, Fraksi, hingga Paripurna," tegasnya.
Absalom berharap upaya ini dapat membantu para nelayan untuk memitigasi dampak cuaca buruk yang berulang, sehingga kerugian serupa tidak terulang di masa depan.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bank-ntt_20160301_181732.jpg)