Berita Rote Ndao
Pengelola PKBM Oenggae Ungkap Kebenaran Penulisan Nama dalam Ijazah Wabup Rote Ndao Terpilih
Yefry mengaku, sebagai pengelola PKBM Oenggae, dirinya telah dimintai keterangan oleh pihak Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Rote Ndao
Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, BA'A - Polemik penulisan salah satu huruf dalam ijazah Wakil Bupati Rote Ndao Terpilih hasil Pilkada 2024, Apremoi Dudelusy Dethan yang kini bergulir di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang, Pengelola PKBM Oenggae, Yefry Pena angkat bicara soal kebenaran yang sesungguhnya.
Yang mana, pada penulisan ijazah, tertera huruf (I) kapital di akhir nama Apremoi. Dan karena menggunakan dua garis palang atas dan bawah sehingga betul-betul menggambarkan huruf balok I.
Yefry mengaku, sebagai pengelola PKBM Oenggae, dirinya telah dimintai keterangan oleh pihak Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Rote Ndao.
"Saya dipanggil untuk klarifikasi, sehingga saya klarifikasi," ucap Yefry Pena saat dijumpai awak media di kediamannya. Jumat, 20 Desember 2024.
Dalam klarifikasi itu, Yefry ditanyakan salah satu huruf yakni huruf dalam kata Apremoi apakah huruf S atau I.
Yefry kemudian menjawab sesuai data yang terinput sebelumnya. Bahwa penulisan ijazah tersebut berpatokan pada dokumen yang dimiliki oleh Apremoi.
Walau bukan dirinya yang menulis, akan tetapi Yefry berusaha menjawab sesuai kebenaran yang diketahuinya.
Baca juga: Hasil Pilkada Rote Ndao, Paket Ita Esa Paulus Henuk-Apremoi Dudelusy Dethan Unggul di 9 Kecamatan
"Saya dipanggil, disuruh duduk dan difoto lalu ditanyakan ini huruf I atau S. Saya bilang, menurut saya bahwa itu huruf I bukan S," ucap Yefry lagi.
"Hanya mereka (pihak dinas) bilangnya ini (S) bukan (I), jadi saya juga bingung," tambah dia.
Yefry merasa diarahkan untuk mengakui huruf S untuk melegitimasi penulisan nama Apremoi menjadi Apremos.
Kendati begitu, Yefry tetap berpatokan pada dokumen-dokumen penunjang lainnya, yang menerangkan nama Apremoi, dan bukan Apremos sebagai alumni PKBM Oenggae.
Diduga jawaban Yefry saat itu membuat pihak dinas pendidikan begitu kecewa. Sebab, Yefry belum mengganti jawabannya setelah beberapa kali ditanyakan.
Sehingga dengan mengingat-ingat, Yefry, sedikit mengungkap pertanyaan yang diajukan sewaktu dirinya dimintai klarifikasi.
Ia ditanya dengan berdasar pada anggapan pihak lain yang terlanjur mempersoalkan beda huruf pada nama Apremoi.
"Yang dong bilang S," lugas Yefry dengan singkat. (rio)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.