Pilkada Jawa Tengah

Puan Maharani Terima Kekalahan PDIP di Kandang Banteng: Kami Pasti akan Evaluasi 

Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani menyatakan menerima kekalahan dalam hajatan politik Pilkada Jawa Tengah 2024 walau daerah itu kandang banteng.

Editor: Frans Krowin
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
TERIMA KEKALAHAN – Puan Maharani menyatakan menerima kekalahan dalam Pilgub di Jawa Tengah. Namun ia bersyukur karena memenangkan Pilkada di 19 kabupaten/kota lainnya di Pulau Jawa. 

POS-KUPANG.COM – Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani menyatakan menerima kekalahan dalam hajatan politik Pilkada Jawa Tengah 2024 walaupun daerah itu telah lama menjadi kendang banteng moncong putih.

Pernyataan Puan Maharani mengemuka setelah KPU Jawa Tengah menetapkan hasil pilkada di daerah itu dimenangkan oleh pasangan Ahmad Luthfi – Taj Yasin yang diusung oleh 9 partai besar di Tanah Air.

Meski demikian, Puan Maharani juga mengatakan bahwa PDIP sebagai satu-satunya partai politik yang mengusung pasangan Andika-Hendi mensyukuri kemenangan pada Pilkada Serentak 2024 di 19 kabupaten/kota di Jawa Tengah. 

"Kami tetap semangat walaupun belum berhasil memenangkan Pilgub Jateng, tapi alhamdulillah 19 kabupaten/kota PDI-P berhasil menang," ujar Puan usai pertemuan internal di Panti Marhaen, Kantor DPD PDI-P Jateng belum lama ini.

Puan juga mengakui bahwa kekalahan PDIP di Pilkada Jateng disebabkan ada banyak faktor. Apalagi lawannya Ahmad Luthfi-Taj Yasin diusung oleh partai koalisi besar berisi 9 partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. 

"Itu menjadi evaluasi internal PDI-P, banyak penyebabnya, kita evaluasi internal dan eksternal," imbuh dia.

Puan juga mendorong tim hukum internal untuk menindaklanjuti temuan kecurangan dengan mengumpulkan bukti hingga membuat laporan kepada pihak berwenang. 

"Kalau ada hal-hal yang tidak sesuai, ada kecurangan atau tidak sesuai aturan tentu kami minta mengumpulkan bukti-bukti. Tim hukum di internal partai untuk diteruskan dan membuat laporan ke pihak berwenang ke bawaslu atau KPU," imbau Puan. 

Sementara merespons pidato Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri yang menyebut keterlibatan polisi dalam Pilkada, Puan juga akan mengumpulkan bukti di lapangan. 

Dia juga meminta partisipasi masyarakat Jateng untuk turut melapor jika mendapati praktik kecurangan selama Pilkada.

"Ya kita lihat kalau ada bukti-bukti terkait dengan hal itu tentu kami minta untuk bisa ditindaklanjuti, jadi saya minta seluruh struktur dan masyarakat yang ada di Jateng, jika ditemukan bukti terkait hal itu tolong laporkan ke pihak berwenang," ujar dia.

Lebih lanjut, dia mengapresiasi kepercayaan warga Jateng yang masih menitipkan amanah kepemimpinan di 19 kabupaten/kota ke pemimpin daerah dari PDIP.

"Ini merupakan hasil gotong royong dari seluruh kader dan seluruh rakyat Jateng yang sudah memilih pemimpinnya di kabupaten/kota masing-masing dan tetap mendukung PDIP," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Bawaslu Jawa Tengah menangani 46 kasus pelanggaran selama masa Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Jateng.

Kemudian dua kasus pelanggaran pidana masih diproses sentra penegakan hukum terpadu (Gakumdu).

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved