Rabu, 3 Juni 2026

Pilkada Jakarta 2024

Tak Gugat Hasil Pilkada Jakarta, Jamiluddin Ritonga Puji Ridwan Kamil-Suswono: Itu Keputusan Tepat

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga memuji Ridwan Kamil – Suswono yang tak daftarkan gugatan hasil pilkada ke MK.

Tayang:
Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
BERI APRESIASI – Pengamat Komunikasi Politik, Jamiluddin Ritonga memuji Ridwan Kamil – Suswono atas keputusan untuk tidak menggugat hasil Pilkada Jakarta 2024. Keputusan itu disebutnya sangat bijaksana. 

POS-KUPANG.COM — Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga angkat bicara terkait sikap Ridwan Kamil – Suswono yang tidak mendaftarkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas hasil Pilkada Jakarta 2024.

ia memberikan apresiasi atas keputusan Ridwan Kamil - Suswono yang mengurungkan niat untuk tidak menggugat hasil pilkada. Ia menyebutkan bahwa itu merupakan hal yang tepat dan sangat bijaksana. Keputusan yang rasional.

Dia menyebutkan bnahwa Ridwan Kamil dan Suswono tampaknya sudah berhitung, bahwa mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi, hanya membuang-buang waktu, tenaga, dan materi. 

“Sebab, dengan selisih suara yang sangat besar dengan perolehan suara Pramono-Rano, peluang menang relatif tertutup. Bahkan tak menutup kemungkinan bila tetap mengugat hasil Pilkada, MK berpeluang besar menolaknya,” ujar Jamiluddin Ritonga, Kamis 12 Desember 2024.

“Jadi, atasan RK-Suswono juga sudah bersikap dan bertindak rasional dalam melihat hasil Pilkada Jakarta. Atasan pasangan ini tak ingin menumpuk kekecewaan, terutama kepada RK,” tambahnya.

Jamil menilai sebab petinggi KIM Plus, khususnya Golkar, terkesan memang sudah mengorbankan RK.

Sebab, RK yang sebenarnya sudah aman bila maju di Jawa Barat, namun dipaksa untuk berkompetisi di Jakarta.

“Padahal, bila RK maju di Jawa Barat, tanpa kerja keras peluang menang sangat besar. Sebab, warga Jawa Barat sudah begitu menyukai dan mempercayai RK,” jelas dia.

“Jadi, petinggi KIM Plus tampaknya sudah menyadari kekeliruannya dengan memaksa RK bertarung di Jakarta. Petinggi KIM Plus tentunya tak ingin RK kecewa berulang bila kalah di MK,” jelas dia.

Baca juga: Tak Daftarkan Gugatan ke Mahkamah Konstitusi, Pramono Anung: Terima Kasih Mas Ridwan Kamil-Suswono

Karena itu, kata Jamil, kekalahan RK itu sebagai pelajaran berharga bagi KIM Plus dalam memilih paslon dalam Pilkada.

“Ego memaksakan kehendak setidaknya tidak terulang lagi pada Pilkada mendatang. Cukuplah RK jadi korban keinginan elite partai yang tak realistis,” jelas Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved