Sulit Cari PPK

Ini Komitmen Pemda Sikka Cegah Korupsi PBJ

Sistem dan pengawasan bagus tapi kalau pribadi tidak memiliki afirmasi positif maka korupsi bisa saja terjadi

|
Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ARNOLD WELIANTO
Penjabat Bupati Sikka Adrianus Firminus Parera - 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Cristin Adal

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Pencegahan tindak pidana korupsi melalui pengadaan barang dan jasa menjadi komitmen Pemda Sikka untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dengan menciptakan sistem yang transparan, akuntabel, efektif dan efisien sehingga dapat meminimalisir terjadinya praktek-praktek korupsi

"FGD ini sebuah forum yang baik bagi pelaku pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Sikka.  Selaku pimpinan daerah, saya memiliki komitmen yang sama dalam memenuhi segalah kebutuhan masyarakat kita. Bahwa dalam seluruh proses pengadaan barang dan jasa itu masih ada proses dan kekurangan kita perlu perbaiki,"kata Penjabat Bupati Sikka, Adrianus Firminus Parera, S.E, M.Si selaku narasumber dari Pemda Sikka saat FGD Hari Anti Korupsi di Kota Maumere, Sikka yang berlangsung di Hotel Go Maumere, Senin,9 Desember 2024 pagi. 

Pj Bupati Sikka ini mengatakan sebagai pembinan ASN ia selalu mengingatkan para ASN untuk kembali pada afirmasi postif masing-masing untuk melawan niat korupsi.

Baca juga: Cegah Korupsi PBJ, Ini Tips dari Petrus Fransiskus de Ornay

"Untuk lawan korupsi itu harus dengan afirmasi positif dari diri sendiri. Semakin besar kelemahan maka semakin besar korupsi. Sistem dan pengawasan bagus tapi kalau pribadi tidak memiliki afirmasi positif maka korupsi bisa saja terjadi," ujarnya.

Pj Bupati Sikka yang dikenal dengan nama Alfin Parera ini juga mengungkapkan bahwa ada 8 ASN terjerat kasus korupsi karena pengadaan barang dan jasa.  Dari kasus ini ia coba mencari tahu dan mendalami asal fraud atau kecurangan terjadi. 

"Setidaknya ada 8 ASN Kabupaten Sikka terjerat kasus korupsi karena proses ini (PBJ). Saya coba teliti asal fraud dari mana, apakah terlalu membangun rasionalitas ataukah kesempatan menyalagunakan wewenang atau terlalu yakin dalam perhitungan. Tiga Komponen ini  berdasarkan eksplorasi saya yang tidak mendalam. Minimal ini menjadi pertimbangan para ASN kita,"kata Alfin.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved