Kamis, 21 Mei 2026

Polisi Bunuh Ibunya

Polisi Bunuh Ibunya Pakai Tabung Gas 3 Kg, Aipda Nikson Pernah Dirawat di RSJ Grogol

Aipda Nikson tega memukul kepala Herlina Sianipar dengan tabung gas 3 kilogram hingga tewas.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
TRIBUN JATIM
Aipda Nikson Pangaribuan membunuh ibunya Herlina Sianipar pakai tabung gas elpiji 3 kilogram. Ternyata Aipda Nikson disebut pernah dirawat di rumah sakit jiwa. 

Aipda Nikson disebut oleh adiknya tak rutin meminum obat selama masa perawatan dan rehabilitasi atas penyakitnya tersebut. Sehingga kerap kali penyakitnya itu kumat.

Rony bercerita Aipda Nikson pernah marah-marah tak terkendali sampai memukul ubin dan meja di rumahnya sekitar dua minggu yang lalu.

Penyakit gangguan kejiwaan yang diderita Aipda Nikson bukan menyerangnya baru-baru ini. Keluarga mengetahui jika pelaku mengalami penyakit itu kurang lebih sudah sejak tiga tahun lalu.

Bahkan seingat Rony, keponakannya itu juga sempat dilakukan perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Soeharto Heerdjan atau yang lebih dikenal RSJ Grogol, Jakarta Barat selama beberapa bulan.

Setelahnya, kondisi Aipda Nikson disebut membaik hingga diperbolehkan pulang. Namun, dia kembali dirawat di RS Polri Kramat Jati karena penyakitnya kambuh. Kendati demikian, Rony tak mengetahui secara pasti pemicu penyakit gangguan jiwa itu bisa menyerang Aipda Nikson.

"Sudah ada tiga tahun kali. Tiga tahun yang lalu. Direhab, sempat dibawa ke Grogol, Rumah Sakit Jiwa Grogol. Dan dokter (RS Polri Kramat Jati) itu, dari dokter itu yang tadi, kemarin menerangkan di Rumah Sakit Polri, si Nikson sudah pernah dirawat di rumah sakit Jiwa Grogol," ungkapnya.

Selain minum obat yang diabaikan, Rony mengungkap sejatinya Aipda Nikson harus menjalani konsultasi dan perawatan di rumah sakit pada 20 November 2024 lalu. Namun, hal itu tidak dilakukan hingga akhirnya perilakunya tak terbendung.

Penyakit ini juga berdampak kepada keluarga kecil Aipda Nikson. Istri dan anaknya yang masih berusia tujuh tahun pun akhirnya memilih pergi meninggalkannya kembali ke kampung halamannya di Ciamis, Jawa Barat.

Selain itu, Rony mengatakan adik kandungnya yang merupakan ayah dari Aipda Nikson telah meninggal sejak enam bulan lalu karena serangan jantung. Dugaan keluarga, meninggal sang ayah ini juga karena terus menerus menerima beban pikiran atas penyakit Aipda Nikson.

Padahal diakui Rony, Aipda Nikson merupakan anak yang paling disayang dibandingkan ketiga saudaranya yang lain. "Iya, (ayahnya meninggal karena serangan) jantung memikirkan anak ini juga," ucapnya.

Meski begitu, Rony meminta agar Polri memberikan keringanan kepada keponakannya tersebut dengan tidak memecatnya dari Korps Bhayangkara meski perbuatannya membunuh ibunya tidak sama sekali dibenarkan.

"Dan saya titipkan pesan di sana kemarin, bukan kemauan si Nikson jadi sakit. Bukan kemauan dia. Nah, dan mohon propam yang memeriksa dia nanti memikirkan dan membikin seadil-adilnya sesuai dengan aturan pemerintah," ucapnya.

'Maksud saya di situ, jangan sampai dia dipecat, permintaan keluarga kami, jangan dia dipecat, tolonglah direhab dengan anggaran pemerintah, anggaran negara, sampai dia sembuh, itu permintaan keluarga," sambungnya.

Mengaku Diguna-Guna Mantan Istri

Kesaksian mengenai Aipda Nikson Pangaribuan juga diungkapkan oleh Hamid (65), Ketua RT 2 RW 4 Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved