Rabu, 8 April 2026

Prakiraan Cuaca

BMKG Ingatkan waspadai potensi cuaca ekstrem saat Libur Nataru 2024/2025

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) ingatkan waspadai potensi cuaca ekstrem saat Libur Nataru 2024/2025.

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
ISTIMEWA
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, MSc Phd - BMKG ingatkan potensi cuaca ekstrem saat Libur Nataru 2024/2025. 

POS-KUPANG.COM - Peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ), waspada cuaca ekstrem selama libur Natal dan Tahun Baru ( Nataru ) 2024/2025.

Menurut BMKG, cuaca ekstrem saat libur Nataru 2024/2025 dipicu oleh oleh sejumlah faktor termasi Fenomena La Nina yang mengakibatkan potensi penambahan curah hujan hingga 20-40 persen.

Plt Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan dampak fenomena La Nina untuk Indonesia tersebut akan berlangsung mulai akhir tahun 2024 hingga Maret atau April 2025.

Dwikorita Karnawati menambahkan, pemicu lainnya yakni adanya dinamika atmosfer lain yang diprediksi akan aktif bersamaan pada periode Libur Nataru 2024/2025.

Baca juga: BMKG Minta Pelaut Waspadai Gelombang Tinggi 4 Meter Barat Sumbar sampai NTT, Cuaca Maritim Hari Ini

Misalnya, Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Cold Surge yang bergerak dari daratan Asia (Siberia) menuju wilayah barat Indonesia.

"Kami mewanti-wanti masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi di wilayah Indonesia seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, khususnya pada periode Nataru 2024/2025," ungkap Dwikorita di Jakarta, dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Senin (25/11/2024).

Menurut dia, imbauan turut ditujukan kepada perusahaan pelayaran, angkutan penyeberangan, dan nelayan.

Hal itu mengingat fenomena Cold Surge berpotensi memicu gelombang tinggi, yang dapat membahayakan keselamatan saat aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan.

Hujan sedang hingga lebat terjadi di hampir seluruh wilayah
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menambahkan, saat ini terdapat Bibit Siklon Tropis 96S di Samudra Hindia sebelah barat daya Bengkulu.

Tidak hanya itu, Bibit Siklon Tropis 99B juga terpantau di Samudra Hindia sebelah barat wilayah Aceh.

Kedua bibit siklon tropis ini memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap cuaca dan perairan di wilayah Indonesia bagian barat.

Selain itu, ada beberapa fenomena lainnya yang sedang aktif, yaitu MJO, gelombang Rossby, dan gelombang Kelvin.

Baca juga: La Nina Diprediksi Hingga April 2025, BMKG ingatkan Dampak yang Harus Diwaspadai

Oleh karenanya, dalam beberapa pekan ke depan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

"Hujan sedang hingga lebat diprediksi terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia," tutur Guswanto.

Puncak musim hujan di Indonesia
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menerangkan, hingga pertengahan November 2024, indeks ENSO (gangguan iklim dari Samudra Pasifik), menunjukkan kecenderungan La Nina lemah. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved