Berita Timor Tengah Utara
Majelis GMIT Klasis TTU Gandeng Sinode GMIT Gelar Workshop di Kota Kefamenanu
diberikan materi tentang pengembangan kapasitas para pelayan baik Pendeta maupun SDM dalam gereja dalam hal ini para presbiter.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Majelis Gereha Masehi Injili di Timor (GMIT) Klasis Timor Tengah Utara menggandeng Sinode GMIT melaksanakan kegiatan Workshop Pelatihan Pengarsipan dan Konservasi Dokumen serta Peningkatan Kapasitas Literasi Tahap II bagi para Pendeta se-Teritori Malaka, Belu dan TTU (Mabesrestu).
Workshop ini digelar selama dua hari sejak tanggal 18 November sampai 19 November 2024.
Workshop ini berlangsung di Gereja Jemaat Bethel Dalehi, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT.
Turut ambil bagian dalam kesempatan itu, para Pendeta se-Teritori Malaka, Belu dan TTU (Mabesrestu), Perwakilan Sinode GMIT dan Sekretaris Bidang (Sekbid) Literasi dan Perpustakaan serta Sekretaris Bidang (Sekbid) Infokom MS GMIT.
Baca juga: Majelis GMIT Klasis Timor Tengah Utara Gelar Ibadah Penyegaran Iman
Emeritus Pdt. Semuel V. Nitti yang ambil bagian dalam momentum ini membawakan materi tentang teknik menemukan ide pokok, menetapkan tema dari sebuah teks Alkitab dan mengembangkan dalam sebuah kotbah yang kontekstual.
Saat diwawancarai Ketua Majelis Klasis TTU, Pdt. Andreas Nubatonis,S.Th mengatakan, kegiatan ini lebih difokuskan pada langkah-langkah menjawab pergumulan gereja dalam hal dokumentasi dan kearsipan yang selama ini menjadi pergumulan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT).
Salah satu contoh kecil yang menjadi pergumulan GMIT yakni soal penyusunan sejarah gereja. Banyak gereja yang akhirnya mengalami sejumlah kendala karena masih sangat lemah dari aspek pengarsipan dan literasi.
Mantan Ketua Majelis Syalom Maumolo Klasis TTU ini menerangkan bahwa, dalam kegiatan hari kedua workshop ini, mereka diberikan materi tentang pengembangan kapasitas para pelayan baik Pendeta maupun SDM dalam gereja dalam hal ini para presbiter.
Menurutnya, kehadiran Emeritus Pdt. Semuel V. Nitti sangat bermanfaat dalam membuka pandangan gereja tentang pergumulan sosial. Pergumulan sosial ini berkaitan dengan stunting, diskriminasi dan lain-lain.
Pendeta Andre berharap, gereja wajib memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran literasi. Hal ini bertujuan agar gereja mampu bertransformasi sesuai dengan perkembangan zaman.
Melalui semangat ini, ucap Pendeta Andre, para pendeta dan presbiter dalam gereja tidak hanya berkotbah tentang kerajaan surga namun, menghadirkan suasana surgawi di tengah jemaat. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.